Peretas Korea Utara tidak lagi mencuri dari bursa, tetapi kini menyasar “programmer yang mencari kerja”: dari 30.000 perangkat, lebih dari 7.000 dompet kripto kena bersih-bersih.
Badan Intelijen Federal Jerman (BND), Kantor Perlindungan Konstitusi Federal (BfV), dan total 7 lembaga lainnya mengeluarkan peringatan, dengan menyebut langsung organisasi bernama WaterPlum—yang diyakini berada di baliknya adalah Korea Utara. Modusnya kejam karena: mereka menyamar sebagai perekrut resmi, mengirim penawaran kerja bergaji tinggi yang menggoda, lalu menambahkan “soal tes pemrograman” agar Anda menjalankannya terlebih dulu. Begitu kodenya dijalankan, komputer langsung diambil alih secara jarak jauh, kunci privat dompet dan seed phrase disapu habis. Anda pikir itu wawancara, ternyata Anda sedang diminta mengirim uang.
30.000 perangkat, 7.000 dompet—itu baru yang terdata. Yang lebih patut diwaspadai: mereka tidak mengandalkan celah (vulnerability), melainkan “Anda sendiri yang mengklik”. Para developer yang sedang cari kerja, programmer yang ingin ambil pekerjaan sampingan, sampai orang biasa yang trading kripto—semuanya jadi target.
Penilaian saya: para peretas telah menurunkan sasaran dari “pemain besar (whale)” ke “developer kecil/individu”. Ini perubahan yang paling berbahaya. Dulu orang merasa “dompet kecil, tidak ada yang peduli”—padahal sekarang justru paling mudah jadi korban. Musim melamar kerja, musim kerja sampingan: apa pun yang membuat Anda “menjalankan sedikit kode dulu”, berhentilah sejenak dan pikirkan.
Menurut Anda, siapa yang akan jadi target berikutnya? Diskusikan di kolom komentar. Klik foto profil untuk menonton siaran langsung. Setiap hari membawakan Anda sorotan keamanan kripto—bukan cuma melihat berita apa yang terjadi, tapi juga membantu Anda memahami logika dan peluang yang ada di baliknya 👀🚀
💬 你的答案是什么?进群聊
Badan Intelijen Federal Jerman (BND), Kantor Perlindungan Konstitusi Federal (BfV), dan total 7 lembaga lainnya mengeluarkan peringatan, dengan menyebut langsung organisasi bernama WaterPlum—yang diyakini berada di baliknya adalah Korea Utara. Modusnya kejam karena: mereka menyamar sebagai perekrut resmi, mengirim penawaran kerja bergaji tinggi yang menggoda, lalu menambahkan “soal tes pemrograman” agar Anda menjalankannya terlebih dulu. Begitu kodenya dijalankan, komputer langsung diambil alih secara jarak jauh, kunci privat dompet dan seed phrase disapu habis. Anda pikir itu wawancara, ternyata Anda sedang diminta mengirim uang.
30.000 perangkat, 7.000 dompet—itu baru yang terdata. Yang lebih patut diwaspadai: mereka tidak mengandalkan celah (vulnerability), melainkan “Anda sendiri yang mengklik”. Para developer yang sedang cari kerja, programmer yang ingin ambil pekerjaan sampingan, sampai orang biasa yang trading kripto—semuanya jadi target.
Penilaian saya: para peretas telah menurunkan sasaran dari “pemain besar (whale)” ke “developer kecil/individu”. Ini perubahan yang paling berbahaya. Dulu orang merasa “dompet kecil, tidak ada yang peduli”—padahal sekarang justru paling mudah jadi korban. Musim melamar kerja, musim kerja sampingan: apa pun yang membuat Anda “menjalankan sedikit kode dulu”, berhentilah sejenak dan pikirkan.
Menurut Anda, siapa yang akan jadi target berikutnya? Diskusikan di kolom komentar. Klik foto profil untuk menonton siaran langsung. Setiap hari membawakan Anda sorotan keamanan kripto—bukan cuma melihat berita apa yang terjadi, tapi juga membantu Anda memahami logika dan peluang yang ada di baliknya 👀🚀
💬 你的答案是什么?进群聊
