Bagaimana jika memiliki 1 BTC menjadi tonggak lintas generasi?
David Marcus, mantan presiden PayPal dan saat ini CEO Lightspark, baru-baru ini membuat pernyataan yang mencolok: generasi mendatang mungkin berharap mereka lahir cukup awal untuk bisa memiliki Bitcoin penuh.
Kedengarannya dramatis pada awalnya. Tapi lihat pasokannya.
Bitcoin dirancang dengan batas keras 21 juta BTC. Pada 18 September, sekitar 20,09 juta BTC telah diterbitkan, artinya lebih dari 95% dari pasokan yang pada akhirnya akan ada sudah beredar.
Dan koin yang tersisa tidak akan datang dengan cepat. Penerbitan baru dikendalikan oleh jadwal halving Bitcoin, yang secara bertahap mengurangi jumlah BTC baru yang masuk ke peredaran.
Di sinilah percakapan menjadi menarik.
Bitcoin tidak perlu setiap orang di Bumi menginginkan satu koin utuh. Bahkan dalam dunia ketika orang-orang semakin banyak memegang pecahan BTC, lanskap kepemilikan yang sangat berbeda tetap bisa terbentuk seiring adopsi tumbuh.
Kita bahkan sudah melihat partisipasi institusional tetap menjadi bagian dari ceritanya. Reuters melaporkan arus masuk ETF Bitcoin yang kembali meningkat pada September, sementara BTC baru-baru ini kembali naik di atas $80.000 setelah sempat diperdagangkan mendekati $76.000 pada awal pekan.
Tentu saja, kelangkaan saja tidak otomatis menjamin harga yang lebih tinggi. Bitcoin tetap volatil, dan permintaan bisa berubah secara dramatis dipengaruhi likuiditas, regulasi, suku bunga, serta sentimen investor.
Namun poin Marcus mengangkat pertanyaan yang jauh lebih besar:
Akankah memiliki 1 BTC utuh pada akhirnya terasa lebih seperti memiliki sepotong sejarah digital yang langka—bukan sekadar membeli aset?
Tidak ada yang tahu seperti apa Bitcoin akan berada puluhan tahun dari sekarang.
Yang kita tahu hanya yang sederhana:
21 juta adalah batasnya.
Lebih dari 20 juta sudah diterbitkan.
Dan pasokan yang tersisa datang perlahan.
Kelangkaan itu bukan prediksi.
Itu sudah tertanam dalam kodenya.
$BTC $ETH
#bitcoin #BTC #Crypto #DigitalAssets #Web3
David Marcus, mantan presiden PayPal dan saat ini CEO Lightspark, baru-baru ini membuat pernyataan yang mencolok: generasi mendatang mungkin berharap mereka lahir cukup awal untuk bisa memiliki Bitcoin penuh.
Kedengarannya dramatis pada awalnya. Tapi lihat pasokannya.
Bitcoin dirancang dengan batas keras 21 juta BTC. Pada 18 September, sekitar 20,09 juta BTC telah diterbitkan, artinya lebih dari 95% dari pasokan yang pada akhirnya akan ada sudah beredar.
Dan koin yang tersisa tidak akan datang dengan cepat. Penerbitan baru dikendalikan oleh jadwal halving Bitcoin, yang secara bertahap mengurangi jumlah BTC baru yang masuk ke peredaran.
Di sinilah percakapan menjadi menarik.
Bitcoin tidak perlu setiap orang di Bumi menginginkan satu koin utuh. Bahkan dalam dunia ketika orang-orang semakin banyak memegang pecahan BTC, lanskap kepemilikan yang sangat berbeda tetap bisa terbentuk seiring adopsi tumbuh.
Kita bahkan sudah melihat partisipasi institusional tetap menjadi bagian dari ceritanya. Reuters melaporkan arus masuk ETF Bitcoin yang kembali meningkat pada September, sementara BTC baru-baru ini kembali naik di atas $80.000 setelah sempat diperdagangkan mendekati $76.000 pada awal pekan.
Tentu saja, kelangkaan saja tidak otomatis menjamin harga yang lebih tinggi. Bitcoin tetap volatil, dan permintaan bisa berubah secara dramatis dipengaruhi likuiditas, regulasi, suku bunga, serta sentimen investor.
Namun poin Marcus mengangkat pertanyaan yang jauh lebih besar:
Akankah memiliki 1 BTC utuh pada akhirnya terasa lebih seperti memiliki sepotong sejarah digital yang langka—bukan sekadar membeli aset?
Tidak ada yang tahu seperti apa Bitcoin akan berada puluhan tahun dari sekarang.
Yang kita tahu hanya yang sederhana:
21 juta adalah batasnya.
Lebih dari 20 juta sudah diterbitkan.
Dan pasokan yang tersisa datang perlahan.
Kelangkaan itu bukan prediksi.
Itu sudah tertanam dalam kodenya.
$BTC $ETH
#bitcoin #BTC #Crypto #DigitalAssets #Web3

