GenLayer memungkinkan smart contract menilai apakah sebuah tugas benar-benar selesai, lalu menyelesaikan pembayaran di blockchain. Di situlah semuanya terasa pas.
Misalnya, saya mempekerjakan sebuah agen dengan biaya $1.000 untuk membuat laporan riset dengan 10 sumber utama, data yang dipublikasikan dalam 30 hari terakhir, ringkasan perubahan pasar yang penting, serta pengiriman sebelum batas waktu yang sudah ditetapkan. Pembayaran disimpan dalam escrow.
Smart contract biasa dapat memverifikasi batas waktu dan apakah sebuah berkas telah dikirim. Namun ia tidak bisa menilai apakah sumber-sumbernya relevan, apakah datanya masih aktual, atau apakah laporan tersebut benar-benar memenuhi instruksi saya. Oracle tradisional bisa membawa data sumber ke onchain. Tetap saja, ia tidak menafsirkan apakah pengiriman lengkap sesuai dengan kriteria yang disepakati.
GenLayer bekerja dengan cara yang berbeda:
[1] Intelligent Contract menyimpan tugas, bukti yang diterima, dan kemungkinan hasil.
[2] Agen mengirimkan pekerjaannya.
[3] Validator terpilih menjalankan kontrak, memeriksa pengiriman serta sumber web yang relevan, lalu mengusulkan hasil seperti COMPLETE atau INCOMPLETE.
[4] Validator lain secara independen menilai hasil tersebut terhadap pedoman dan bukti yang sama. Prinsip Kesetaraan (Equivalence Principle) dari kontrak menentukan apakah mereka mencapai keputusan yang sama dalam maknanya.
[5] Validator memberikan suara sebelum mengungkapkannya, sehingga mengurangi kemampuan untuk menyalin atau menyesuaikan suara terhadap suara validator lain.
[6] Jika komite menerima hasilnya, kontrak melepaskan $1.000 atau mengembalikannya sesuai aturan yang telah ditetapkan.
[7] Jika hasil dipersengketakan, banding dapat mengirimkannya ke komite baru untuk peninjauan ulang.
Bagian pentingnya adalah tidak ada satu AI pun yang mengendalikan pembayaran. AI memberikan penilaian, lalu jaringan validator mengubah penilaian itu menjadi hasil bersama yang dapat diberlakukan.
Itu membuat GenLayer lebih dari sekadar oracle yang melaporkan apa yang terjadi. Ia dapat mengevaluasi apakah kesepakatan berbasis bahasa alami benar-benar dipenuhi. Pasti ada pihak yang menafsirkan bukti sebelum kontrak dapat menyelesaikan pembayaran.
Sejauh yang saya tahu, hanya GenLayer yang saat ini membangun lapisan keputusan tersebut.
Misalnya, saya mempekerjakan sebuah agen dengan biaya $1.000 untuk membuat laporan riset dengan 10 sumber utama, data yang dipublikasikan dalam 30 hari terakhir, ringkasan perubahan pasar yang penting, serta pengiriman sebelum batas waktu yang sudah ditetapkan. Pembayaran disimpan dalam escrow.
Smart contract biasa dapat memverifikasi batas waktu dan apakah sebuah berkas telah dikirim. Namun ia tidak bisa menilai apakah sumber-sumbernya relevan, apakah datanya masih aktual, atau apakah laporan tersebut benar-benar memenuhi instruksi saya. Oracle tradisional bisa membawa data sumber ke onchain. Tetap saja, ia tidak menafsirkan apakah pengiriman lengkap sesuai dengan kriteria yang disepakati.
GenLayer bekerja dengan cara yang berbeda:
[1] Intelligent Contract menyimpan tugas, bukti yang diterima, dan kemungkinan hasil.
[2] Agen mengirimkan pekerjaannya.
[3] Validator terpilih menjalankan kontrak, memeriksa pengiriman serta sumber web yang relevan, lalu mengusulkan hasil seperti COMPLETE atau INCOMPLETE.
[4] Validator lain secara independen menilai hasil tersebut terhadap pedoman dan bukti yang sama. Prinsip Kesetaraan (Equivalence Principle) dari kontrak menentukan apakah mereka mencapai keputusan yang sama dalam maknanya.
[5] Validator memberikan suara sebelum mengungkapkannya, sehingga mengurangi kemampuan untuk menyalin atau menyesuaikan suara terhadap suara validator lain.
[6] Jika komite menerima hasilnya, kontrak melepaskan $1.000 atau mengembalikannya sesuai aturan yang telah ditetapkan.
[7] Jika hasil dipersengketakan, banding dapat mengirimkannya ke komite baru untuk peninjauan ulang.
Bagian pentingnya adalah tidak ada satu AI pun yang mengendalikan pembayaran. AI memberikan penilaian, lalu jaringan validator mengubah penilaian itu menjadi hasil bersama yang dapat diberlakukan.
Itu membuat GenLayer lebih dari sekadar oracle yang melaporkan apa yang terjadi. Ia dapat mengevaluasi apakah kesepakatan berbasis bahasa alami benar-benar dipenuhi. Pasti ada pihak yang menafsirkan bukti sebelum kontrak dapat menyelesaikan pembayaran.
Sejauh yang saya tahu, hanya GenLayer yang saat ini membangun lapisan keputusan tersebut.
