Bitcoin Bertahan di $78K Lewat Kenaikan The Fed, Gagalnya RUU CLARITY, dan Minyak di $106
$BTC turun hanya 1,5% pada bulan September—secara historis ini adalah bulan terburuk—setelah menyerap guncangan makro beruntun yang biasanya memicu aksi jual tajam.
Satu Pekan Guncangan
The Federal Reserve menaikkan suku bunga menjadi 3,75%–4,00%. RUU CLARITY, rancangan kebijakan regulasi kripto yang penting, gagal di Senat dengan selisih tipis 49-50. Minyak mentah melonjak ke $106 per barel di tengah ketegangan di Timur Tengah. Bank of Japan menaikkan suku bunga ke level tertinggi dalam 31 tahun. Salah satu peristiwa ini saja bisa memicu penurunan besar—namun pasar hampir tidak bereaksi.
"Siapa Pun yang Mau Menjual Sudah Menjual"
Begitulah analis Blockware, Mitchell Askew, menjelaskan respons pasar yang tenang. CIO Sygnum Bank, Fabian Dori, memberikan pandangan serupa: kenaikan imbal hasil tidak otomatis bersifat bearish untuk $BTC —ketika itu menandakan risiko degradasi nilai (debasement) negara, justru dapat meningkatkan permintaan aset penyimpan nilai seperti Bitcoin dan $XAUT (emas).
Kenaikan Tajam Akhir Pekan (Relief Rally)
Minyak turun lebih dari 5%, jatuh di bawah $96 dengan tanda pasokan Arab Saudi membaik, sementara imbal hasil US 10-tahun merosot di bawah 5%. Kombinasi itu memberi dorongan beli pada setiap kripto utama—tak satu pun dari 40 koin paling likuid ditutup dalam zona merah.
Langkah Tokenisasi SEC Lebih Menguntungkan Altcoin
SEC menyetujui pengecualian inovasi sementara untuk perdagangan saham NMS yang ditokenisasi. Karena beberapa blockchain altcoin sudah mendukung saham yang ditokenisasi, langkah ini terutama memberi manfaat pada $ETH, $SOL, $ADA, dan $BNB, bukan Bitcoin secara langsung—altcoin mengungguli BTC berkat kabar tersebut.
Lanjutannya
Analis menyoroti $80.500 sebagai rintangan berikutnya Bitcoin, disusul resistensi di $83.000–$86.000. Penembusan di bawah $76.600 bisa membuat zona dukungan $62.000–$65.000 kembali jadi sorotan.
#Cryptocurrency #ETH #Solana #Blockchain
#BTCBreaks80K