📰 Ali, Tencent, dan ByteDance jelas memegang banyak uang tunai, namun pada saat yang sama mereka tetap melakukan pendanaan dari luar. Ali punya kas dan investasi lancar senilai 4745 miliar yuan, sementara “total kas” Tencent mencapai 5112 miliar yuan. Jawabannya sebenarnya sangat langsung: infrastruktur AI terlalu menguras biaya, dan kas mereka sendiri harus disisihkan untuk buyback, merger & akuisisi, serta bisnis baru.
🔥 Yang paling mencengangkan adalah ByteDance. Mereka memperoleh pinjaman sindikasi tanpa jaminan sebesar 296 miliar dolar AS dari hampir 30 bank, dengan nilai langganan lebih dari 300 miliar dolar AS. Pada 2024, ByteDance sempat meminjam 10,8 miliar dolar AS; kini skala pendanaannya mendekati 3 kali lipat, namun kondisinya justru lebih baik—bank menggantungkan keyakinannya pada kredit ByteDance itu sendiri.

💡 Ali melakukan penerbitan saham untuk menghimpun 800 miliar dolar HK, dan secara tegas menyatakan dana semuanya akan digunakan untuk komputasi, pusat data, serta infrastruktur cloud. Tencent menerbitkan obligasi senilai 245 juta dolar AS dan 15 miliar yuan RMB, dengan sebagian tenor obligasi mencapai 30 tahun. Empat raksasa teknologi asal AS dalam setahun ini juga sudah menerbitkan utang sekitar 194 miliar dolar AS—kebutuhan dana ini bukan kasus tunggal.

👀 Perhitungan kali ini sudah mulai bisa dihitung. Tencent menyebutkan, jika sebagian kapasitas komputasi yang dipesan lebih awal dijual kembali, laba bahkan bisa melebihi 30%; Ali memperkirakan belanja modal terkait AI bisa balik modal dalam sekitar 3 tahun, dan ke depannya mungkin bisa dipercepat menjadi 2 hingga 2,5 tahun. Pendapatan produk AI mereka juga sudah mengalami pertumbuhan tiga digit selama 12 kuartal berturut-turut.

🤔 Sejujurnya, yang direbut perusahaan-perusahaan besar sekarang lebih mirip waktu pembangunan. Menurutmu, pendanaan eksternal putaran ini benar-benar membuktikan bahwa kebutuhan AI masih bisa bertahan, atau belanja modalnya sudah melaju terlalu cepat?

#人工智能 #阿里巴巴 #腾讯 #字节跳动