Ada garis yang sangat tipis antara kesabaran dan keras kepala dalam berinvestasi—dan garis itulah yang membedakan kesuksesan dan kegagalan.
Investor yang sabar menunggu karena data mendukungnya. Mereka berada dalam mode ilmuwan: posisi mereka adalah sebuah tesis, sekumpulan asumsi yang bisa diuji. Mereka secara aktif mencari semua informasi, terutama yang berjenis membantah.
Investor yang keras kepala digerakkan oleh ego. Ini bukan cuma soal ingin benar—kita semua begitu—melainkan soal menjadi terlalu terobsesi untuk tidak salah. Mereka bertahan karena itu adalah *keputusan* mereka.
Dari luar, keduanya terlihat identik. Tapi siapa dirimu sebenarnya sebagai investor? Hanya kamu yang tahu.
Investor yang sabar menunggu karena data mendukungnya. Mereka berada dalam mode ilmuwan: posisi mereka adalah sebuah tesis, sekumpulan asumsi yang bisa diuji. Mereka secara aktif mencari semua informasi, terutama yang berjenis membantah.
Investor yang keras kepala digerakkan oleh ego. Ini bukan cuma soal ingin benar—kita semua begitu—melainkan soal menjadi terlalu terobsesi untuk tidak salah. Mereka bertahan karena itu adalah *keputusan* mereka.
Dari luar, keduanya terlihat identik. Tapi siapa dirimu sebenarnya sebagai investor? Hanya kamu yang tahu.