Tadi aku sempat melihat data: kepemilikan pemerintah El Salvador sudah mencapai 7777 BTC, senilai 594 juta dolar, biaya rata-rata 55.718, laba mengambang 162 juta, tingkat pengembalian 37%. Selama 916 hari berturut-turut, membeli 1 koin setiap hari.

Angkanya sangat indah. Tapi hal yang benar-benar menarik tersembunyi di file lain.

Laporan peninjauan IMF.

Awal September, IMF mencapai kesepakatan tingkat staf dengan El Salvador: setuju melepas pinjaman 1,4 miliar dolar. Dengan syarat apa? El Salvador harus membuktikan kepada IMF bahwa sejak 27 Juni 2025, semua bitcoin tambahan berasal sepenuhnya dari donasi pribadi, tidak memakai sepeser pun uang kas publik.

Kamu tidak salah lihat. Donasi pribadi.

Sebuah negara mendonasikan bitcoin kepada negara lain atau sebuah lembaga. Mereka terus berdonasi hampir setahun. Dari lebih dari 7400 koin pada Juni 2025, lalu sampai sekarang menjadi 7777 koin.

Coba pikirkan logikanya. Orang seperti apa yang mendonasikan bitcoin kepada sebuah negara berdaulat? Donasinya ke siapa? Kenapa?

IMF tidak mempublikasikan daftar pendonor, tidak menyebut jumlah orang, juga tidak menyebut nominalnya. Pemerintah El Salvador sendiri juga tidak mengatakannya. Jadi kamu tidak bisa mengetahuinya.

Yang lebih halus lagi adalah garis waktunya.

Pada Desember 2024, El Salvador menandatangani perjanjian pinjaman senilai 1,4 miliar dolar dengan IMF. Salah satu syaratnya adalah membatasi penambahan kepemilikan bitcoin oleh sektor publik. Pada Maret 2025, IMF secara resmi melarang sektor publik untuk “menambah kepemilikan secara sukarela”.

Lalu pada November 2025, secara resmi El Salvador mengumumkan pembelian 1090 BTC dalam satu hari, senilai 100 juta dolar. Pasar heboh, mengira Bukele merobek perjanjian. Ternyata setelah IMF menelusuri, mereka bilang: ini juga donasi pribadi.

1090 koin, 100 juta dolar—berasal dari donasi.

Lalu El Salvador terus membeli 1 koin setiap hari. 916 hari, tidak pernah berhenti.

Apa kamu sudah menyadarinya.

Yang dilarang dalam perjanjian adalah “penambahan kepemilikan dari dana publik”. El Salvador tidak melanggar perjanjian itu. Karena uangnya bukan uang publik. Itu kiriman orang lain. Uang yang diberikan itu tidak dihitung sebagai penambahan kepemilikan, melainkan sebagai donasi.

Bukaan ini terlalu pas dan presisi sampai bikin merinding.

Aku tidak bilang Bukele menipu. Yang ingin kukatakan adalah: mekanisme ini sendiri adalah zona abu-abu paling ujung dari eksperimen bitcoin berdaulat. Kamu tidak bisa membuktikan itu melanggar, tapi juga tidak bisa membuktikan itu patuh. Kamu hanya bisa memilih percaya atau tidak.

IMF sendiri juga meninggalkan jejak ekor.

Ada satu kalimat dalam laporan: diperkirakan, di luar donasi yang sudah tercatat, tidak akan ada akumulasi bitcoin lebih lanjut.

Terjemahkan: sekarang 7777 koin, IMF sudah mengakui. Kalau nanti ada lagi, aku tidak mengakui. Tapi “nanti” itu kapan? Kalau besok ada lagi donasi pribadi? Kalau lusa ada lagi?

IMF tidak bilang.

Kenapa aku memperhatikan ini.

Karena kisah El Salvador adalah potongan paling nyata dalam narasi bitcoin berdaulat. Bukan negara yang sedang membeli koin, melainkan sebuah negara yang memakai seperangkat mekanisme yang tidak dipahami semua orang, untuk mempertahankan sebuah cerita yang ingin dipercaya oleh semua orang.

Laba mengambang 37% memang bagus. Tapi yang benar-benar layak dilihat bukan laba mengambangnya. Melainkan asal 1090 koin itu. Dan kenapa IMF memilih mengangguk pada waktu seperti ini. Kapan donasi pribadi berikutnya datang?

Aku tidak memegang posisi. Aku tidak buka short karena ini, dan juga tidak ikut “tangkep di bawah” karena ini. Aku hanya sedang mencatat satu hal: dalam siklus kali ini, narasi negara berdaulat yang membeli koin sedang berubah dari “pemerintah mengeluarkan uang” menjadi “ada orang yang mengirim uang”. Yang pertama adalah cerita, yang kedua adalah misteri.

Misteri memang lebih menarik daripada cerita. Tapi juga lebih berbahaya daripada cerita.

——Saluran arus bersih

#萨尔瓦多政府持仓增至7777枚btc