Tembakan mereka malah jadi bumerang

Saat mencoba menyenangkan lobi bank-bank regional dengan memblokir Undang-Undang CLARITY, fraksi Demokrat kehilangan kesempatan untuk memasukkan klausul perlindungan dan justru memberi lapangan sepenuhnya kepada Eksekutif untuk mengatur melalui jalur administratif.

Eksekutif mengambil alih secara sepihak: Pernyataan bersama Paul Atkins (SEC) dan Michael Selig (CFTC) menegaskan bahwa pengaturan pasar akan bergerak maju berdasarkan wewenang statutoris yang sudah ada dari lembaga-lembaga tersebut, tanpa perlu menunggu Senat.

Kehilangan daya tawar: Dalam perundingan parlemen, kubu oposisi dapat menuntut batasan pada kustodi, audit yang ketat, atau veto yang eksplisit atas imbal hasil (yield) dalam dolar digital. Dengan membekukan perdebatan, mereka kehilangan seluruh kemampuan untuk membentuk regulasi final.

Dilema yang Tak Terhindarkan bagi Bank-Bank Regional
Risiko nyata atas pelarian simpanan: Kekhawatiran besar bank komunitas adalah memastikan pelarangan secara undang-undang atas imbal hasil (yield) pada stablecoin agar mencegah perpindahan likuiditas. Tanpa penghalang legislatif itu, simpanan komersial tradisional bersaing langsung dengan produk digital yang memindahkan tingkat Imbal Hasil Obligasi Treasury secara tidak elastis.

Agar mencegah keluarnya modal ke bursa (exchange), entitas regional terpaksa menaikkan suku bunga yang mereka bayarkan untuk simpanan giro, sehingga meningkatkan biaya pendanaan dan menurunkan marjin kredit.

Sikap Bursa dan Wall Street: Platform besar dan dana investasi sudah tidak punya alasan untuk menyerah di Kongres. Jalur eksekutif memberi mereka kepastian hukum, Safe Harbor, serta otorisasi untuk menggunakan agunan (collateral) yang telah ditokenisasi tanpa harus tunduk pada pembatasan sektor perbankan tradisional.

Mereka berupaya membekukan proses di Kongres untuk melindungi model perbankan tradisional, tetapi akhirnya memicu skenario terburuk bagi entitas regional: migrasi yang dipercepat menuju likuiditas digital, diatur langsung melalui jalur eksekutif.