Saya memasang stop-loss. Kenapa tetap saja saya bisa kehilangan lebih dari yang saya perkirakan?

Mari kita bayangkan:

Kamu membeli aset seharga $100 dan memasang stop-loss di $95.

Logikanya sederhana:

«Saya memperkirakan akan rugi sekitar 5%».

Tapi pasar tidak selalu bergerak dengan mulus.

Jika harga tiba-tiba turun:

$100 → $95 → $90

stop bisa tereksekusi bukan di $95.

Dengan order stop-market, setelah pemicu terjadi, order dieksekusi pada harga yang tersedia. Pada volatilitas tinggi, bisa terjadi slippage antara harga pemicu dan harga eksekusi sebenarnya.

Sedangkan dengan stop-limit, situasinya berbeda: kamu mengontrol harga eksekusinya, tetapi jika pergerakannya terlalu cepat, order bisa saja tidak tereksekusi.

Jadi, stop-loss bukan jaminan:

«Saya pasti rugi tidak lebih dari 5%».

Itu adalah alat manajemen risiko, namun cara eksekusi order juga penting.

Karena itu, sebelum memasang stop, sebaiknya pahami tidak hanya:

«Di mana saya akan keluar?»

melainkan juga:

«Apa yang akan terjadi jika harga melewati level ini dalam satu detik?»

#Trading #RiskManagement