Mengapa RUU pengawasan macet, lalu saham-saham konsep kripto langsung anjlok massal?

Pemungutan suara senat kali ini dengan hasil 49 banding 50 bukan berarti RUU-nya benar-benar mati, melainkan seperti menyiramkan air es ke pasar. Semua orang semula berharap RUU <CLARITY> bisa memberi kepastian dalam hal kepatuhan—membagi batas kewenangan pengawasan SEC dan CFTC—agar dana institusional bisa masuk dengan wajar.

Namun “sepatu” itu belum juga turun, dan dana langsung cabut, seolah Circle <$CRCL > turun 11%, Coinbase <$COIN > turun lebih dari 10%, MicroStrategy <$MSTR > dan Robinhood <$hood> ikut ambruk. Reaksi yang begitu dramatis terjadi karena saham-saham konsep ini sebelumnya terlalu premium; yang dijual nyatanya hanyalah ekspektasi kepatuhan.

Tapi kalau dilihat dari sisi lain, simpul yang membuat RUU ini mentok justru ada pada klausul pejabat tinggi yang memegang koin untuk berupaya menghindari risiko dan ketentuan konflik kepentingan. Intinya, ini adalah tarik-menarik politik antarpartai, bukan fundamental industri kripto yang hancur.

Ke depan, dalam jangka pendek pemulihan valuasi masih akan bergejolak, tetapi menurut saya, ini justru bisa memaksa regulator untuk segera melengkapi lewat aturan administratif langsung dari CFTC dan SEC. Bahkan bisa mendorong industri bergerak menuju desentralisasi yang lebih menyeluruh.

Meski proses RUU versi ini sempat tersendat, arah besar kepatuhan tidak bisa dibatalkan. Kejatuhan pasar kali ini lebih mirip pembersihan (wash) terhadap sentimen yang terlalu optimistis. Setelah pertengkaran politik selesai atau ada rancangan revisi, “naga” kepatuhan yang sempat terlanjur tersungkur besar kemungkinan akan muncul kembali dan melakukan penataan ulang (re-balance).

DYOR

#ClarityAc