Undang-Undang CRYPTO CLARITY Gagal Maju di Senat

Senat AS gagal meloloskan Undang-Undang CLARITY, sebuah rancangan besar yang dirancang untuk menciptakan aturan yang lebih jelas bagi industri aset digital. Pada 15 September, pemungutan suara prosedural berakhir 49–50, tidak memenuhi 60 suara yang diperlukan untuk melanjutkan legislasi tersebut.

Hambatan ini muncul setelah para legislator tetap terbagi pendapat mengenai beberapa isu, terutama aturan etika bagi pejabat publik dan ketentuan terkait stablecoin. Meski Partai Republik merilis versi yang diperbarui tak lama sebelum pemungutan suara, perubahan tersebut tidak cukup untuk memastikan dukungan yang diperlukan.

Bagi industri kripto, hasil voting ini berarti kerangka kerja federal yang luas untuk aset digital harus menunggu, setidaknya untuk saat ini. Reaksi pasar langsung cenderung negatif: Bitcoin turun sekitar 4% dan saham-saham besar terkait kripto juga bergerak lebih rendah setelah pemungutan suara.

Namun, kegagalan dalam pemungutan suara prosedural tidak berarti regulasi kripto akan benar-benar berakhir. Negosiasi lanjutan atau upaya di masa depan untuk membawa legislasi tersebut kembali tetap memungkinkan, meskipun kalender persidangan kongres membuat jalur dalam waktu dekat menjadi tidak pasti.

Bagian berikutnya: Apa arti kemunduran Undang-Undang CLARITY bagi Bitcoin dan pasar kripto yang lebih luas?

jeo btc 🔥🔥🔥🔥
zindabaad btc✅✅
wow btc 😲😲😲😲
amazing 🔥🔥🔥🔥🔥🔥
$BTC
#FedRateWatch #StrategyMarketCapPassesFord