Pemungutan suara Undang-Undang CLARITY baru saja menunjukkan seberapa cepat kripto dapat menyesuaikan ekspektasi politik.

Senat gagal mencapai 60 suara yang dibutuhkan untuk meloloskan Digital Asset Market Clarity Act, sehingga perundingan berbulan-bulan tertunda. BTC turun mendekati $75K, sementara ETH, XRP, dan pasar altcoin yang lebih luas juga mendapat tekanan.

Tapi menurut saya masalah yang lebih besar bukan sekadar pemungutan suara itu saja.

Pasar sedang memasuki jendela makro yang jauh lebih berat. Imbal hasil Treasury AS 10 tahun bergerak di atas 5% pada 15 September, level tertingginya sejak 2007, sementara pasar sangat memperhitungkan kenaikan suku bunga Fed sebesar 25bps.

Itu menciptakan titik tekanan ganda bagi kripto:

• Ketidakpastian regulasi kembali muncul saat CLARITY mandek
• Imbal hasil yang lebih tinggi membuat aset berisiko kurang menarik
BTC menguji area $75K-$76K
• Altcoin menghadapi sensitivitas yang lebih besar terhadap likuiditas

Bagian yang menarik adalah bahwa kegagalan CLARITY sebenarnya tidak sepenuhnya tidak terduga. Pasar prediksi sebelumnya telah menurunkan probabilitas kelolosan secara signifikan.

Jadi pertanyaannya sekarang bukan hanya, “Apakah BTC akan pulih?”

Melainkan apakah BTC bisa bertahan di area ini sementara pasar mencerna kondisi moneter yang lebih ketat, imbal hasil Treasury yang meningkat, serta ketidakpastian baru terkait regulasi kripto AS.

Bagi saya, $75K sedang menjadi garis penting yang perlu dipantau.
$BTC $ETH
#FedRateWatch
#LearnWithFatima
#ClarityActOddsHalveOnPolymarket