📰 FTX bangkrut sudah hampir empat tahun; Departemen Kehakiman AS telah memperoleh putusan bersalah atas kasus penyalahgunaan dana klien, dan kreditur juga berhasil memulihkan hampir 10 miliar dolar AS. Namun, sistem yang benar-benar bisa mencegah kejadian serupa secara dini masih belum benar-benar diterapkan. Kini, apakah RUU CLARITY dapat dibawa ke rapat pleno Senat untuk dibahas sepenuhnya menjadi langkah kunci.
🔥 Celah FTX pada masa itu sebenarnya tidak rumit: tidak ada kustodian independen, tidak ada pemisahan aset klien, tidak ada pengungkapan yang memadai, serta kurangnya pemeriksaan oleh otoritas pengawas terhadap pelaksanaannya. Ketika pengguna secara massal melakukan penarikan, barulah kekurangan dana sebesar 8 miliar dolar AS terungkap, dan platform pun langsung runtuh.
💡 Yang ingin diperbaiki oleh CLARITY justru adalah aturan tradisional yang telah dipakai di keuangan konvensional selama hampir 100 tahun: memisahkan harta klien, kustodian yang memenuhi syarat, membatasi konflik kepentingan yang melibatkan pihak terafiliasi, mewajibkan pengungkapan, menetapkan standar untuk pencatatan, serta membatasi penjualan oleh orang dalam. RUU ini juga ingin memperjelas wilayah yurisdiksi SEC dan CFTC, serta menggunakan standar “kontrol” untuk menilai suatu proyek—bukan membiarkan proyek itu sendiri menyatakan bahwa dirinya “cukup terdesentralisasi”.
👀 Seputar kepemilikan pejabat dalam bentuk koin, insentif berupa stablecoin, serta apakah pengawasan akan dilonggarkan, masih ada perdebatan di Senat. Draf terbaru telah melarang imbal hasil pasif yang efeknya mirip bunga deposito, tetapi tetap mempertahankan insentif yang terkait dengan aktivitas nyata; jika ada bukti terjadinya arus dana keluar dari deposito, Kementerian Keuangan masih bisa menambah pembatasan.
🤔 Jujur saja, undang-undang ini pasti akan mengalami kompromi. Namun jika perlindungan aset klien bursa terus dibiarkan dalam keadaan kosong, biayanya mungkin tetap harus ditanggung pengguna. Menurutmu, kali ini Senat sebaiknya langsung mengizinkan RUU masuk ke perdebatan, atau terus menunggu versi lain yang risikonya lebih sedikit kontroversinya?
#CLARITY法案 #加密监管 #FTX #美国国会
🔥 Celah FTX pada masa itu sebenarnya tidak rumit: tidak ada kustodian independen, tidak ada pemisahan aset klien, tidak ada pengungkapan yang memadai, serta kurangnya pemeriksaan oleh otoritas pengawas terhadap pelaksanaannya. Ketika pengguna secara massal melakukan penarikan, barulah kekurangan dana sebesar 8 miliar dolar AS terungkap, dan platform pun langsung runtuh.
💡 Yang ingin diperbaiki oleh CLARITY justru adalah aturan tradisional yang telah dipakai di keuangan konvensional selama hampir 100 tahun: memisahkan harta klien, kustodian yang memenuhi syarat, membatasi konflik kepentingan yang melibatkan pihak terafiliasi, mewajibkan pengungkapan, menetapkan standar untuk pencatatan, serta membatasi penjualan oleh orang dalam. RUU ini juga ingin memperjelas wilayah yurisdiksi SEC dan CFTC, serta menggunakan standar “kontrol” untuk menilai suatu proyek—bukan membiarkan proyek itu sendiri menyatakan bahwa dirinya “cukup terdesentralisasi”.
👀 Seputar kepemilikan pejabat dalam bentuk koin, insentif berupa stablecoin, serta apakah pengawasan akan dilonggarkan, masih ada perdebatan di Senat. Draf terbaru telah melarang imbal hasil pasif yang efeknya mirip bunga deposito, tetapi tetap mempertahankan insentif yang terkait dengan aktivitas nyata; jika ada bukti terjadinya arus dana keluar dari deposito, Kementerian Keuangan masih bisa menambah pembatasan.
🤔 Jujur saja, undang-undang ini pasti akan mengalami kompromi. Namun jika perlindungan aset klien bursa terus dibiarkan dalam keadaan kosong, biayanya mungkin tetap harus ditanggung pengguna. Menurutmu, kali ini Senat sebaiknya langsung mengizinkan RUU masuk ke perdebatan, atau terus menunggu versi lain yang risikonya lebih sedikit kontroversinya?
#CLARITY法案 #加密监管 #FTX #美国国会
