Dalam laporan yang diumumkan pada hari Senin, bank investasi Morgan Stanley secara resmi bergabung dengan kelompok lembaga keuangan besar di Wall Street yang memperkirakan Bank Sentral AS, the Federal Reserve (Fed), akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada rapat 15-16 September dan terus menaikkannya lagi sebesar 25 basis poin pada bulan Desember mendatang.

Langkah mengubah perkiraan ini terjadi ketika tekanan inflasi global menunjukkan tanda-tanda akan kembali muncul. Sementara data ekonomi AS baru-baru ini lebih tinggi dari ekspektasi, proses penurunan inflasi berjalan lambat. Yang patut dicatat, faktor-faktor seperti biaya energi yang meningkat akibat ketegangan geopolitik, dorongan investasi yang kuat pada kecerdasan buatan (AI), serta risiko inflasi putaran kedua semakin memperkuat kemungkinan Fed harus mempertahankan kebijakan moneter yang ketat lebih lama.

Bagi pasar keuangan tradisional, ekspektasi bahwa kenaikan suku bunga akan berbalik arah akan menjadi pendorong bagi imbal hasil obligasi Treasury AS dan dolar AS untuk menguat, sekaligus memberikan tekanan penyesuaian jangka pendek pada aset berisiko seperti saham dan logam mulia.

Bagi pasar crypto, kondisi likuiditas yang makin ketat bersama dengan sentimen defensif makro dapat membuat arus modal baru mengalir ke $BTC dan pergerakan Altcoin menjadi terbatas dalam jangka pendek. Investor sebaiknya memantau ketat rapat-rapat kebijakan yang akan datang untuk menilai arah pergerakan arus dana global secara lebih akurat.

#Fed #InterestRates #Inflation