Keterjangkauan perumahan AS baru saja mencapai level terburuk dalam catatan.

Bukan 2008. Bukan awal 80-an. Tepat sekarang.

Harga rumah median berada di dekat titik tertinggi sepanjang masa sementara suku bunga KPR tetap tinggi. Perhitungannya tidak lagi cocok untuk kebanyakan pembeli.

Pertumbuhan upah tidak secepat itu. Uang muka sangat besar. Pembayaran bulanan menghabiskan bagian pendapatan yang lebih besar dari sebelumnya.

Ini bukan sekadar cerita soal perumahan. Ini juga kisah tentang pengeluaran konsumen. Ketika orang tersingkir dari kepemilikan rumah atau hidup dengan beban rumah yang berat, pengeluaran diskresioner ikut turun. Dampaknya merembet ke ritel, perbaikan rumah, furnitur, dan peralatan rumah tangga.

Untuk pasar, pantau para pengembang rumah (homebuilders), mortgage REIT, dan saham-saham konsumen yang bersifat diskresioner. Tekanan ini tidak akan hilang sampai suku bunga turun secara berarti atau harga terkoreksi.

Secara historis, ekstrem seperti ini tidak bertahan selamanya. Pasti ada yang harus berubah.