Menjelang pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve (Fed) yang berlangsung dua hari, pasar obligasi Treasury AS pada hari Selasa mengalami gelombang aksi jual yang kuat. Berdasarkan data CNBC dan Tradeweb, imbal hasil obligasi pemerintah AS acuan tenor 10 tahun naik lebih dari 6 basis poin dalam sehari, menembus langsung ambang psikologis penting 5%—bahkan sempat menyentuh level tertinggi 5,025%, yang merupakan level tertinggi dalam rentang sejak 2007. Sementara itu, imbal hasil obligasi tenor 2 tahun naik 4,4 basis poin menjadi 4,676%. Alat CME FedWatch menunjukkan bahwa karena inflasi pada bulan Agustus masih berada di atas target 2%, probabilitas pasar untuk kenaikan suku bunga 25 basis poin pada pertemuan kali ini melonjak menjadi 92%-93%.
Dari sisi teknikal dan ekspektasi makro, lonjakan imbal hasil yang bersifat impulsif seperti ini kerap menandai pelepasan sentimen bearish secara terkonsentrasi. Meski pasar tengah secara agresif mengantisipasi pemangkasan potensial kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin, data historis menunjukkan bahwa ketika probabilitas pengetatan sudah dipricing melebihi 90%, ekspektasi bearish umumnya telah “Price-in” sepenuhnya. Setelah imbal hasil menguji resistance level overbought dalam jangka pendek, biasanya sangat mudah terbentuk teknikal berupa puncak (technical top).
Dalam pasar keuangan tradisional, lonjakan imbal hasil Treasury AS umumnya memberi dukungan jangka pendek terhadap indeks dolar dan menekan kelipatan valuasi aset berisiko. Namun, begitu keputusan Fed sudah diambil dan panduan ke depan (forward guidance) tidak lagi semakin “lebih hawkish” dari perkiraan, penurunan imbal hasil dari level puncaknya akan dengan cepat meredakan tekanan likuiditas global, sekaligus membuka jalur bagi perbaikan risk appetite.
Bagi pasar kripto, jika sentimen makro yang negatif benar-benar terselesaikan setelah keputusan diumumkan, justru itu bisa menjadi peluang penempatan dari sisi kiri (left-side) yang sangat menarik. $BTC menunjukkan ketahanan dukungan teknikal yang sangat kuat selama periode pemrosesan ekspektasi kenaikan suku bunga. Begitu ekspektasi pengetatan likuiditas mencapai puncaknya dan muncul titik balik (turning point), dana berpotensi dengan cepat kembali ke aset berisiko dan memicu lonjakan (rebound) yang kuat.
#Fed #InterestRates #TreasuryYields #MacroEconomy
Dari sisi teknikal dan ekspektasi makro, lonjakan imbal hasil yang bersifat impulsif seperti ini kerap menandai pelepasan sentimen bearish secara terkonsentrasi. Meski pasar tengah secara agresif mengantisipasi pemangkasan potensial kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin, data historis menunjukkan bahwa ketika probabilitas pengetatan sudah dipricing melebihi 90%, ekspektasi bearish umumnya telah “Price-in” sepenuhnya. Setelah imbal hasil menguji resistance level overbought dalam jangka pendek, biasanya sangat mudah terbentuk teknikal berupa puncak (technical top).
Dalam pasar keuangan tradisional, lonjakan imbal hasil Treasury AS umumnya memberi dukungan jangka pendek terhadap indeks dolar dan menekan kelipatan valuasi aset berisiko. Namun, begitu keputusan Fed sudah diambil dan panduan ke depan (forward guidance) tidak lagi semakin “lebih hawkish” dari perkiraan, penurunan imbal hasil dari level puncaknya akan dengan cepat meredakan tekanan likuiditas global, sekaligus membuka jalur bagi perbaikan risk appetite.
Bagi pasar kripto, jika sentimen makro yang negatif benar-benar terselesaikan setelah keputusan diumumkan, justru itu bisa menjadi peluang penempatan dari sisi kiri (left-side) yang sangat menarik. $BTC menunjukkan ketahanan dukungan teknikal yang sangat kuat selama periode pemrosesan ekspektasi kenaikan suku bunga. Begitu ekspektasi pengetatan likuiditas mencapai puncaknya dan muncul titik balik (turning point), dana berpotensi dengan cepat kembali ke aset berisiko dan memicu lonjakan (rebound) yang kuat.
#Fed #InterestRates #TreasuryYields #MacroEconomy