📰 25位 penerima Penghargaan Fields menyuarakan pendapat bersama, mengangkat sepenuhnya konflik antara perusahaan AI dan dunia matematika. Mereka berpendapat bahwa OpenAI, Anthropic, dan sejenisnya menjadikan upaya menaklukkan masalah-masalah terkenal sebagai uji coba untuk model, sehingga menekan pemahaman konsep yang benar-benar dihargai dalam matematika serta gagasan-gagasan baru.
🔥 Pemicunya adalah persamaan N-S. OpenAI menyebut bahwa model internal yang tidak dipublikasikan menggunakan 88 jam untuk menyelesaikan masalah eksistensi dan kelancaran (smoothness). Namun sehari sebelumnya, matematikawan Tristan Bakermast dan peneliti Anthropic Levant Alperg sudah memublikasikan hasil terkait.
👀 Yang lebih sensitif: Bakermast pernah memasukkan draf dan turunan yang belum dipublikasikan ke dalam alat kode OpenAI, lalu kemudian meragukan bahwa model “mengintip”. OpenAI membantah klaim tersebut, tetapi mengakui bahwa mereka tidak bisa sepenuhnya mengecualikan kemungkinan data pengguna terlibat secara tidak langsung dalam pelatihan. Hingga kini, komunitas matematika belum secara resmi mengakui pembuktian OpenAI, dan OpenAI juga belum mengklaim hadiah uang sebesar 1 juta dolar.

💡 Jujur saja, kontroversinya bukan pada apakah AI bisa melakukan matematika, melainkan siapa yang lebih dulu mengemukakan ide, dari mana data pelatihannya berasal, dan apakah pembuktian panjang yang diberikan mesin benar-benar dipahami oleh siapa pun. Perumpamaan dari pemenang Penghargaan Fields, Smirnov, sangat gamblang: alat gali (excavator) memang lebih cepat, tetapi juga bisa merusak artefak berharga di lokasi penggalian arkeologi.
🤔 Kalau AI memakai draf riset yang belum dipublikasikan oleh peneliti, lalu akhirnya lebih dulu memberikan pembuktian, menurutmu pencapaian itu seharusnya dianggap milik model, milik perusahaan, atau milik penulis aslinya?
#人工智能 #OpenAI #数学研究 #EtikaAI