Berdasarkan data terbaru dari alat pemantauan The Fed milik Chicago Mercantile Exchange (CME), ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga pada pertemuan The Fed minggu ini dan seterusnya melonjak tajam. Data menunjukkan probabilitas The Fed mempertahankan suku bunga hingga September turun menjadi 7,6%, sedangkan probabilitas kenaikan 25 basis poin mencapai 92,4%. Memasuki bulan Oktober, peluang untuk tetap diam (tanpa perubahan) tinggal 4%, sementara probabilitas kenaikan 25 basis poin dan 50 basis poin masing-masing mencapai 52% dan 44%.

Data ini mencerminkan bahwa ekspektasi pasar terhadap pergeseran kebijakan moneter The Fed menuju pelonggaran benar-benar pupus, bahkan mulai kembali mengharga-in perpanjangan siklus pengetatan. Di tengah inflasi yang tetap lengket dan data makro yang masih kuat, para investor harus menghadapi kenyataan pahit bahwa suku bunga akan dipertahankan pada level tinggi lebih lama (Higher for Longer). Sentimen optimistis terkait penurunan suku bunga sebelumnya mengalami pukulan berat.

Pasar keuangan makro kemudian turut tertekan. Imbal hasil obligasi AS dan indeks dolar menghadapi dorongan untuk bergerak naik, sementara biaya pinjaman yang tetap tinggi akan terus menekan tingkat valuasi lintas aset. Repricing yang terjadi di pasar obligasi sedang mengurangi daya tarik aset berbasis ekuitas, kondisi likuiditas secara keseluruhan cenderung mengencang, dan sentimen risk-off di pasar modal global mulai meningkat secara bertahap.

Bagi pasar kripto, pengetatan likuiditas makro yang terus berlanjut merupakan risiko penurunan yang paling langsung. Aset berisiko yang dipimpin oleh $BTC , dalam situasi minimnya suntikan likuiditas tambahan, ruang untuk reli akan sangat tertekan. Jika jalur kenaikan suku bunga semakin melampaui ekspektasi pasar, penarikan dana berleverage dan langkah de-risking dapat membuat pergerakan pasar mengalami koreksi yang lebih dalam; investor perlu tetap sangat berhati-hati.

#Fed #InterestRates #MacroEconomics