#特朗普就CLARITY法案条款存疑
Peraturan pengawasan yang terkait dengan enkripsi telah mencapai titik krusial, namun pasar justru memilih untuk meremehkannya—ini inti kontradiksi yang dibongkar oleh laporan Bernstein: langkah para senator dari Partai Republik yang mendorong Undang-Undang Clear Act ("Clean Act") berpotensi melampaui konsensus, sementara investor hampir tidak menyisakan ruang untuk kabar baik.

Dari rincian rancangan, tingkat kompromi dua partai ternyata tidak sedikit. Partai Republik memasukkan 126 perubahan substantif yang diajukan oleh Demokrat dalam versi final; Trump juga menerima sebagian besar ketentuan etik, termasuk memberi kewenangan penegakan kepada jaksa agung negara bagian. Konsesi seperti ini biasanya hanya muncul dalam negosiasi yang memang benar-benar ingin mengumpulkan suara agar rancangan bisa lolos—artinya pihak legislatif tidak sekadar menjalankan prosedur, melainkan sedang membuka hambatan.

Ketidaksesuaian antara proses politik dan penetapan harga pasar patut dicermati. Probabilitas kelulusan rancangan di Kalshi kembali naik hingga lebih dari 30%, namun tetap tergolong rendah. Jika pada pemungutan suara prosedural hari Selasa hasilnya positif, penyesuaian posisi akan terkonsentrasi pada jangka waktu singkat untuk melepas eksposur; bahkan jika pemungutan suara terhambat, kisah regulasi tidak akan berakhir di situ—Bernstein mengingatkan bahwa proses penyusunan aturan oleh SEC dan CFTC akan mengambil alih tongkat estafet. Industri akan memperoleh jalur yang pasti, hanya saja dengan jalur yang berbeda, dengan biaya berupa waktu yang lebih panjang.

Kombinasi risikonya adalah kemunduran di parlemen yang berbarengan dengan pernyataan hawkish dari The Fed. Ketika ekspektasi likuiditas mengencang, absennya katalis regulasi yang positif dapat membuat aset kripto kehilangan penopang narasi, sehingga tekanan koreksi ikut membesar.

Bagi investor, saat ini yang dihadapi bukan soal arah, melainkan soal peluang (odds): kabar buruk sudah diperhitungkan, sedangkan kabar baik belum. Biaya untuk berspekulasi atau menunggu pun tidak terlalu besar, namun mengabaikan pemungutan suara itu sendiri adalah risiko eksposur terbesar.$ZEC