Aku sudah membuat sebuah model untuk memperkirakan, dan ternyata risiko koreksi pasar saham AS tidak sebesar itu. Secara makro, aku juga mencoba menganalisis mengapa probabilitas koreksinya tidak terlalu besar.

1. Dalam dua hari terakhir, Trump sudah menyatakan sikap terkait regulasi AI: ia tidak akan menanggapi/mengejar isu itu, dan ia juga mengatakan bahwa ia tidak menginginkan kenaikan suku bunga.
2. Harga minyak kembali menembus angka 100. Dan Trump masih punya jurus terakhir—Taco (tergelincir sambil berlutut)—yang belum digunakan.
3. Sementara itu, probabilitas kenaikan suku bunga dari Federal Reserve sudah naik menjadi 80%. Walaupun banyak analis merasa pasti tidak akan dinaikkan, bagaimana kalau justru naik, bukannya pasar malah naik?

Pertama, kita harus paham mengapa kenaikan suku bunga biasanya membuat pasar turun. Kali ini adalah kali pertama kenaikan suku bunga dalam hampir 3 tahun. Secara normal, kenaikan suku bunga berarti “pintu” untuk kebijakan moneter terbuka, dan tidak hanya dinaikkan sekali. Namun kali ini, inflasinya berbeda. Data laba perusahaan emiten saham AS bagus, data tingkat pengangguran/tenaga kerja juga normal, dan dari CPI ada 3 komponen yang sesuai ekspektasi serta 1 komponen yang lebih baik dari ekspektasi. Dalam jangka pendek, yang mengganggu terutama hanya minyak dan imbal hasil obligasi AS. Begitu masalah jangka pendek itu terselesaikan, tidak perlu lagi menaikkan suku bunga. Penetapan harga oleh pasar saat ini mungkin salah, sehingga tidak akan “membuka pintu” untuk menaikkan suku bunga secara berulang. Tidak perlu obat keras; bahkan jika pasar secara alami pulih (self-healing), kemungkinan tidak akan ada masalah besar.

Kesimpulan akhirnya: Federal Reserve dan Trump masih punya “fondasi/kendaraan” yang kuat. Aku tidak bertaruh pada apakah The Fed akan menaikkan suku bunga atau tidak. Kalau memang harus sampai pada langkah kenaikan suku bunga, kemungkinan besar itu adalah kenaikan versi dovish (lebih lunak), sehingga tidak perlu kenaikan beruntun. Dengan demikian, penetapan harga pasar saat ini salah dan masih punya ruang untuk koreksi. Jika benar-benar naik, pasar juga bisa saja ikut menguat—dengan syarat kenaikan suku bunga bersifat dovish.