Platform pembayaran Kamboja CoolCash terkait dengan kelompok penipuan; perusahaan induknya dicabut izinnya dan proses penyelesaian (sanksi/likuidasi) dimulai
Baru-baru ini, perusahaan induk platform pembayaran Kamboja CoolCash (Easy Payment) yaitu Tian Xu International Technology Plc. dicabut izin pembayaran oleh Bank Sentral Kamboja, dan telah memasuki proses likuidasi.
Perlu dicatat bahwa perusahaan tersebut dan direkturnya, Pang Weizhi, sebelumnya diduga memiliki hubungan dengan Grup Taizi yang terlibat penipuan. Pada bulan Maret tahun ini, pemerintah Inggris memasukkan mereka ke dalam daftar sanksi.
Pada tanggal 10, Bank Nasional Kamboja mengumumkan bahwa bank tersebut pada tanggal 3 Agustus secara resmi mencabut izin penyedia layanan pembayaran Tian Xu International Technology. Izin tersebut diterbitkan pada 27 Mei 2024 dan berlaku hingga 2030.
Sementara itu, Bank Sentral Kamboja, berdasarkan Pasal 68 Undang-Undang tentang Bank dan Lembaga Keuangan, menunjuk firma akuntan auditor Morrison Kak MKA sebagai likuidator untuk menangani urusan likuidasi secara sah, serta mengembalikan dana terkait kepada pelanggan perusahaan sesuai dengan urutan prioritas yang ditetapkan oleh hukum.
Menurut dokumen sanksi dari Inggris, Pang Weizhi memiliki kewarganegaraan ganda Kamboja dan Tiongkok. Selain menjabat sebagai direktur Tian Xu International Technology, ia juga merupakan direktur U-Life KH Super App Company Limited, perusahaan induk WOWNOW (platform pengantaran makanan).
Pihak pemerintah Inggris menyatakan bahwa terdapat alasan yang wajar untuk menduga Pang Weizhi pernah memberikan layanan keuangan, dana, sumber daya ekonomi, barang, dan teknologi kepada Grup Taizi. Grup Taizi dituduh menjalankan pusat penipuan di Kamboja, yang melibatkan kerja paksa serta pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia.
Berdasarkan tuduhan tersebut, Tian Xu International Technology dan Pang Weizhi masing-masing dimasukkan ke dalam daftar sanksi Inggris sebagai pihak perusahaan dan individu. Keputusan sanksi ini juga menjadi awal dari berakhirnya bisnis perusahaan di sektor Kamboja beberapa bulan kemudian.
Beberapa bulan setelah sanksi diterapkan, efek berantai mulai terlihat. Setelah izin pembayaran perusahaan di Kamboja dicabut secara resmi dan perusahaan sekaligus memulai proses likuidasi, kalangan industri pada umumnya menilai bahwa hal tersebut memiliki hubungan langsung dengan aksi sanksi internasional.
Perlu dicatat pula bahwa peta bisnis Pang Weizhi di Kamboja tidak hanya mencakup pembayaran dan pengantaran makanan. Bisnisnya juga merambah berbagai bidang seperti konstruksi, hiburan, dan penerbangan. Likuidasi perusahaan induk kali ini kemungkinan akan memicu efek berantai pada bisnis-bisnis terkait tersebut.
#金融监管
Baru-baru ini, perusahaan induk platform pembayaran Kamboja CoolCash (Easy Payment) yaitu Tian Xu International Technology Plc. dicabut izin pembayaran oleh Bank Sentral Kamboja, dan telah memasuki proses likuidasi.
Perlu dicatat bahwa perusahaan tersebut dan direkturnya, Pang Weizhi, sebelumnya diduga memiliki hubungan dengan Grup Taizi yang terlibat penipuan. Pada bulan Maret tahun ini, pemerintah Inggris memasukkan mereka ke dalam daftar sanksi.
Pada tanggal 10, Bank Nasional Kamboja mengumumkan bahwa bank tersebut pada tanggal 3 Agustus secara resmi mencabut izin penyedia layanan pembayaran Tian Xu International Technology. Izin tersebut diterbitkan pada 27 Mei 2024 dan berlaku hingga 2030.
Sementara itu, Bank Sentral Kamboja, berdasarkan Pasal 68 Undang-Undang tentang Bank dan Lembaga Keuangan, menunjuk firma akuntan auditor Morrison Kak MKA sebagai likuidator untuk menangani urusan likuidasi secara sah, serta mengembalikan dana terkait kepada pelanggan perusahaan sesuai dengan urutan prioritas yang ditetapkan oleh hukum.
Menurut dokumen sanksi dari Inggris, Pang Weizhi memiliki kewarganegaraan ganda Kamboja dan Tiongkok. Selain menjabat sebagai direktur Tian Xu International Technology, ia juga merupakan direktur U-Life KH Super App Company Limited, perusahaan induk WOWNOW (platform pengantaran makanan).
Pihak pemerintah Inggris menyatakan bahwa terdapat alasan yang wajar untuk menduga Pang Weizhi pernah memberikan layanan keuangan, dana, sumber daya ekonomi, barang, dan teknologi kepada Grup Taizi. Grup Taizi dituduh menjalankan pusat penipuan di Kamboja, yang melibatkan kerja paksa serta pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia.
Berdasarkan tuduhan tersebut, Tian Xu International Technology dan Pang Weizhi masing-masing dimasukkan ke dalam daftar sanksi Inggris sebagai pihak perusahaan dan individu. Keputusan sanksi ini juga menjadi awal dari berakhirnya bisnis perusahaan di sektor Kamboja beberapa bulan kemudian.
Beberapa bulan setelah sanksi diterapkan, efek berantai mulai terlihat. Setelah izin pembayaran perusahaan di Kamboja dicabut secara resmi dan perusahaan sekaligus memulai proses likuidasi, kalangan industri pada umumnya menilai bahwa hal tersebut memiliki hubungan langsung dengan aksi sanksi internasional.
Perlu dicatat pula bahwa peta bisnis Pang Weizhi di Kamboja tidak hanya mencakup pembayaran dan pengantaran makanan. Bisnisnya juga merambah berbagai bidang seperti konstruksi, hiburan, dan penerbangan. Likuidasi perusahaan induk kali ini kemungkinan akan memicu efek berantai pada bisnis-bisnis terkait tersebut.
#金融监管

