🚨 BARU SAJA: Minyak mentah Brent melonjak 2,4%, mendorong kembali melewati angka $100 saat kekhawatiran baru pasokan Timur Tengah mengguncang pasar energi global.
Brent baru-baru ini berada di sekitar $107,50 per barel, dengan harga yang melonjak hampir 3% pada perdagangan awal.
Pergerakan ini terjadi ketika serangan terhadap infrastruktur energi dan meningkatnya risiko di sekitar jalur pelayaran utama memunculkan kekhawatiran akan pasokan minyak yang lebih ketat.
Ini lebih besar dari sekadar pergerakan minyak.
Harga minyak mentah yang lebih tinggi dapat dengan cepat berarti biaya bahan bakar, transportasi, dan produksi yang lebih mahal — menambah tekanan baru terhadap inflasi di seluruh dunia. Pasar juga mencermati secara ketat karena bank sentral sudah menghadapi keputusan sulit terkait suku bunga.
Brent sebelumnya sudah naik sekitar 8,7% minggu lalu, menunjukkan betapa cepatnya pasar energi mulai memanas.
Kini pertanyaan besarnya sederhana:
Apakah Brent terus menanjak dari sini, atau bisakah pasar mereda sebelum harga minyak memicu guncangan inflasi lainnya?
Brent baru-baru ini berada di sekitar $107,50 per barel, dengan harga yang melonjak hampir 3% pada perdagangan awal.
Pergerakan ini terjadi ketika serangan terhadap infrastruktur energi dan meningkatnya risiko di sekitar jalur pelayaran utama memunculkan kekhawatiran akan pasokan minyak yang lebih ketat.
Ini lebih besar dari sekadar pergerakan minyak.
Harga minyak mentah yang lebih tinggi dapat dengan cepat berarti biaya bahan bakar, transportasi, dan produksi yang lebih mahal — menambah tekanan baru terhadap inflasi di seluruh dunia. Pasar juga mencermati secara ketat karena bank sentral sudah menghadapi keputusan sulit terkait suku bunga.
Brent sebelumnya sudah naik sekitar 8,7% minggu lalu, menunjukkan betapa cepatnya pasar energi mulai memanas.
Kini pertanyaan besarnya sederhana:
Apakah Brent terus menanjak dari sini, atau bisakah pasar mereda sebelum harga minyak memicu guncangan inflasi lainnya?


