Penasihat ekonomi Gedung Putih, Kevin Hassett, dalam pernyataan publik terbarunya dengan tegas menyatakan bahwa baik dirinya maupun mantan Presiden Donald Trump sama-sama berpandangan bahwa saat ini tidak ada alasan apa pun untuk melakukan kenaikan suku bunga. Ia juga menekankan bahwa sangat penting bagi Federal Reserve untuk mempertahankan sikap kebijakan yang ada sebelum pemilu, sekaligus menyatakan bahwa Trump sepenuhnya menghormati independensi anggota Dewan Federal Reserve, Christopher Waller.
Dari logika perdagangan makro, pernyataan ini pada titik waktu yang krusial secara besar menghilangkan kekhawatiran pasar terhadap risiko ekor (tail risk) pengetatan kebijakan moneter yang mungkin terulang. Sebelumnya, sebagian institusi—karena inflasi yang cenderung “lengket”—membentuk ekspektasi hawkish terkait prospek kenaikan suku bunga, namun pandangan tersebut dengan cepat terbantahkan. Dengan demikian, nada keseluruhan kebijakan makro menjadi lebih jelas terlabuh pada jalur “mempertahankan kondisi atau beralih menuju pelonggaran”.
Didukung oleh sinyal stabilisasi likuiditas ini, hambatan bagi Indeks Dolar untuk terus naik meningkat secara signifikan, sementara kurva imbal hasil obligasi pemerintah AS pada tenor pendek mendapat tekanan turun. Dari pengamatan pergerakan di layar, puncak dan stabilnya ekspektasi imbal hasil tanpa risiko secara langsung membuka ruang bagi aset berisiko untuk rebound. Saham AS dan komoditas seperti emas membentuk platform penopang bullish pada pola teknisnya, dan preferensi likuiditas pasar pun membaik secara nyata.
Bagi pasar kripto, pencabutan alarm kenaikan suku bunga menjadi katalis yang sangat baik bagi pemulihan sentimen risk-on. $BTC menunjukkan kemampuan menahan dan menyerap pembelian yang kokoh di level support kunci. Tingkat dana pendanaan (funding rate) dan struktur open interest secara bertahap mulai stabil. Jika volume transaksi turut mendukung untuk menembus zona resistensi kunci di bagian atas, maka keseluruhan struktur berpotensi menempuh tren serangan (uptrend) yang kuat. #Fed #MacroEconomics #InterestRates
Dari logika perdagangan makro, pernyataan ini pada titik waktu yang krusial secara besar menghilangkan kekhawatiran pasar terhadap risiko ekor (tail risk) pengetatan kebijakan moneter yang mungkin terulang. Sebelumnya, sebagian institusi—karena inflasi yang cenderung “lengket”—membentuk ekspektasi hawkish terkait prospek kenaikan suku bunga, namun pandangan tersebut dengan cepat terbantahkan. Dengan demikian, nada keseluruhan kebijakan makro menjadi lebih jelas terlabuh pada jalur “mempertahankan kondisi atau beralih menuju pelonggaran”.
Didukung oleh sinyal stabilisasi likuiditas ini, hambatan bagi Indeks Dolar untuk terus naik meningkat secara signifikan, sementara kurva imbal hasil obligasi pemerintah AS pada tenor pendek mendapat tekanan turun. Dari pengamatan pergerakan di layar, puncak dan stabilnya ekspektasi imbal hasil tanpa risiko secara langsung membuka ruang bagi aset berisiko untuk rebound. Saham AS dan komoditas seperti emas membentuk platform penopang bullish pada pola teknisnya, dan preferensi likuiditas pasar pun membaik secara nyata.
Bagi pasar kripto, pencabutan alarm kenaikan suku bunga menjadi katalis yang sangat baik bagi pemulihan sentimen risk-on. $BTC menunjukkan kemampuan menahan dan menyerap pembelian yang kokoh di level support kunci. Tingkat dana pendanaan (funding rate) dan struktur open interest secara bertahap mulai stabil. Jika volume transaksi turut mendukung untuk menembus zona resistensi kunci di bagian atas, maka keseluruhan struktur berpotensi menempuh tren serangan (uptrend) yang kuat. #Fed #MacroEconomics #InterestRates