Melihat Jiang Zuoer secara terbuka mempertahankan posisi jual (short) all-in, lalu berteriak satu level: setelah naik ke 76.000, kemudian koreksi.

Pertama, saya tegaskan: saya tidak mengomentari posisi orang lain; untung-rugi itu kemampuan masing-masing. Tapi masalah ini layak dipikirkan lebih dalam.

Seorang “big V” secara publik meneriakkan sinyal trading—arus (traffic) yang didatangkan itu nyata. Lalu orang-orang yang ikut? Kebanyakan dari mereka masuk karena melihat dia beberapa kali sebelumnya benar; tidak ada yang menanyakan satu hal yang lebih mendasar: apakah ukuran posisi dan kemampuan menanggung risiko-nya setara dengan kamu? Kalau dia bangkrut (meledak), dia masih bisa datang lagi; kalau kamu yang meledak, kamu langsung keluar.

Biaya sekolah paling mahal di industri ini adalah mengikuti order orang lain. Karena logika orang itu tidak bisa kamu pelajari—yang bisa kamu pelajari hanya harga masuk. Kalau untung, itu dianggap dia dewa; kalau rugi, itu karena kamu serakah.

Prinsip saya sendiri sangat sederhana: setiap pendapat hanya dianggap sebagai sumber informasi, tidak menggantikan penilaian pribadi. Terutama yang disertai angka level—semakin spesifik, semakin perlu ditambah tanda tanya. Level adalah “mata uang arus” yang paling mudah diwujudkan dalam sebuah pendapat.

Kembali ke kondisi pasar: FOMC ada di depan. Pada saat seperti ini, siapa pun yang meneriakkan arah akan dipercaya, tapi juga tidak ada yang pantas dipercaya sepenuhnya. Tahan tanganmu—lebih sulit daripada sekadar mengatur ukuran posisi.

#BTC #FOMC #合约 #FuturaKey #Manajemen Risiko