USDT sekarang mengarah ke bisnis yang membuat bank tetap hidup
Tether tidak hanya mengalirkan uang dengan USDT: sekarang ia meminjamkan modal pre-funding untuk pembayaran instan. Ia mengambil alih peran perbankan.
Tether dan Fasanara Capital meluncurkan StableFund, sebuah dana kredit privat senilai 400 juta dolar, yang dapat ditingkatkan hingga 3.000 juta dolar, dirancang untuk membiayai UMKM di lebih dari 60 negara melalui USDT.
Dikelola oleh Fasanara, yang memiliki 6.000 juta dolar aset kelolaan dan jaringan 141 originator fintech, dana ini menggunakan Tether sebagai mesin settlement. Lebih dari sekadar membiayai produk baru, StableFund menanggung biaya yang tidak terlihat untuk menggerakkan uang.
Dapur di balik pembayaran: peran pre-funding
Setiap kali sebuah fintech memungkinkan pengiriman uang ke luar negeri, seseorang sudah membayar di muka.
Uang dalam mata uang lokal tiba di rekening penerima sebelum penyelesaian (liquidation) selesai. Fintech menutup celah itu dengan modalnya sendiri. Itulah pre-funding: padanan privat dari kliring.
Pinjaman di muka ini adalah trik yang tidak terlihat yang membuat semuanya terasa instan. Tanpanya, pembayaran akan macet. Western Union mengalokasikan 1.500 juta dolar untuk pre-funding dan kolateral. Remitly baru saja memperluas fasilitas kreditnya dari 325 menjadi 550 juta.
Namun, modal itu tidak gratis. Ada pihak yang harus membiayainya.
Saat ini, pembiayaannya berasal dari «segenggam kecil pemberi pinjaman khusus dan modal para pendiri», menurut Alex Obchakevich, Kepala Riset di Utexo—startup infrastruktur stablecoin yang didukung oleh Tether—dan pendiri firma riset analitik Obchakevich Research.
Inti dari artikel ini adalah bahwa StableFund tidak berupaya menciptakan pasar baru, melainkan merebut pasar yang sudah ada namun saat ini dibiayai oleh sangat sedikit pihak. Tether tidak berniat bersaing dengan bank untuk pembayaran, melainkan menjadi pemberi pinjaman untuk kredit yang membuat pembayaran itu mungkin.
#BTC #tetherUsdt $USDT
Tether tidak hanya mengalirkan uang dengan USDT: sekarang ia meminjamkan modal pre-funding untuk pembayaran instan. Ia mengambil alih peran perbankan.
Tether dan Fasanara Capital meluncurkan StableFund, sebuah dana kredit privat senilai 400 juta dolar, yang dapat ditingkatkan hingga 3.000 juta dolar, dirancang untuk membiayai UMKM di lebih dari 60 negara melalui USDT.
Dikelola oleh Fasanara, yang memiliki 6.000 juta dolar aset kelolaan dan jaringan 141 originator fintech, dana ini menggunakan Tether sebagai mesin settlement. Lebih dari sekadar membiayai produk baru, StableFund menanggung biaya yang tidak terlihat untuk menggerakkan uang.
Dapur di balik pembayaran: peran pre-funding
Setiap kali sebuah fintech memungkinkan pengiriman uang ke luar negeri, seseorang sudah membayar di muka.
Uang dalam mata uang lokal tiba di rekening penerima sebelum penyelesaian (liquidation) selesai. Fintech menutup celah itu dengan modalnya sendiri. Itulah pre-funding: padanan privat dari kliring.
Pinjaman di muka ini adalah trik yang tidak terlihat yang membuat semuanya terasa instan. Tanpanya, pembayaran akan macet. Western Union mengalokasikan 1.500 juta dolar untuk pre-funding dan kolateral. Remitly baru saja memperluas fasilitas kreditnya dari 325 menjadi 550 juta.
Namun, modal itu tidak gratis. Ada pihak yang harus membiayainya.
Saat ini, pembiayaannya berasal dari «segenggam kecil pemberi pinjaman khusus dan modal para pendiri», menurut Alex Obchakevich, Kepala Riset di Utexo—startup infrastruktur stablecoin yang didukung oleh Tether—dan pendiri firma riset analitik Obchakevich Research.
Inti dari artikel ini adalah bahwa StableFund tidak berupaya menciptakan pasar baru, melainkan merebut pasar yang sudah ada namun saat ini dibiayai oleh sangat sedikit pihak. Tether tidak berniat bersaing dengan bank untuk pembayaran, melainkan menjadi pemberi pinjaman untuk kredit yang membuat pembayaran itu mungkin.
#BTC #tetherUsdt $USDT