Kekurangan tembaga tidak lagi bersifat kemungkinan — itu sudah terjadi.

Odd Lots baru saja berbicara dengan Robert Friedland (pendiri Ivanhoe Mines, mantan hippie, teman sekamar lama Steve Jobs) tentang mengapa kita tidak bisa sekadar menggali lebih banyak lubang di tanah.

Masalahnya bukan geologi. Tapi semuanya yang lain.

Perizinan memakan waktu 10-15 tahun di pasar yang sudah berkembang. Kajian lingkungan, penolakan komunitas, tantangan hukum — semuanya hal yang sah, tetapi semuanya menumpuk. Sementara itu, Tiongkok membangun EV dan infrastruktur jaringan listrik dalam skala besar. Permintaan tidak menunggu pasokan.

Lalu ada belanja modal (capex). Tambang baru menelan miliaran. Investor menginginkan imbal hasil sekarang, bukan pada 2035. Siklus komoditas yang membakar banyak pihak pada tahun 2010-an membuat modal jadi sangat waspada.

Dan bagaimana dengan tenaga kerja? Insinyur pertambangan terampil tidak tumbuh seperti pohon. Industri kehilangan satu generasi talenta ketika harga anjlok.

Jadi kita terjebak: elektrifikasi membutuhkan tembaga, tetapi membuka pasokan baru memerlukan waktu lebih lama daripada kebanyakan cakrawala investasi. Mismatch klasik.

Ini bukan opini panas — ini hitungan. Jika Anda percaya pada transisi energi, Anda harus percaya bahwa tembaga akan menjadi ketat. Pasar memang mengukurnya secara perlahan, tapi kenyataan bergerak lebih cepat daripada kurva futures.

Layak didengarkan jika Anda peduli tentang apa yang sebenarnya membatasi ekonomi hijau.