Kartu skor inflasi 7 tahun — hal-hal yang benar-benar memengaruhi dompet Anda:

Mobil baru +23%, mobil bekas +28%. Kalau Anda membeli saat kepanikan pandemi, Anda tahu.

Bahan makanan +33%. Tempat tinggal +35%. Dua hal yang tidak bisa Anda lewati.

Asuransi kesehatan +38%. Restoran +39%. Yang satu dipaksa, yang satunya membuat Anda tak sanggup membayarnya.

Listrik +43%, utilitas gas +60%, minyak bahan bakar +67%. Menghangatkan rumah Anda bukan pilihan.

Asuransi mobil +49%. Bensin +51%. Mengemudi jadi mahal di dua ujungnya.

Harga rumah +60%. Mimpi Amerika jadi 60% lebih mahal dalam 7 tahun.

Daging sapi giling +81%. Telur +86%. Kopi +123%. Sarapan sekarang barang mewah.

Itulah sebabnya orang merasa lebih miskin, bahkan saat gaji mereka naik 20%. Karena tidak mengimbangi.

Dan sebab itulah kalimat “ekonomi baik-baik saja” tidak nyampe. Pertumbuhan PDB dan angka pekerjaan tidak berarti banyak ketika tagihan belanja Anda berlipat dua dan sewa naik 35%.

Inflasi bukan cuma angka. Ini setiap keputusan yang Anda buat di kasir, setiap kali Anda mengisi bensin, setiap kali perpanjangan kontrak sewa.

Pasar mungkin berada di titik tertinggi sepanjang masa, tapi kebanyakan orang tidak cukup berinvestasi agar itu berarti. Mereka hanya berusaha menutup kebutuhan pokok.

Pengingat: jika penghasilan Anda tidak tumbuh lebih cepat daripada angka-angka ini, Anda menjadi lebih miskin secara riil. Itu cuma matematika.