Menurut laporan BleepingComputer, lembaga riset keamanan Kinryū Labs menemukan sebuah database informasi penumpang APIS yang diduga terkait dengan lembaga di Vietnam, yang terekspos akibat kesalahan konfigurasi keamanan. Database ini berisi sekitar 221 juta entri data penumpang dan personel kru, dengan rentang data dari Januari 2017 hingga April 2026. Informasi yang bocor mencakup nama, tanggal lahir, kewarganegaraan, nomor paspor atau dokumen perjalanan, serta data seperti penerbangan, kursi, dan bagasi. Para peneliti menyebutkan bahwa database tersebut berada di ruang alamat IP Viettel di Hanoi, namun saat ini belum dapat dipastikan operator spesifiknya. Masalah akses terkait telah diperbaiki pada 8 Juni, dan pada tahap ini tidak ada bukti bahwa data pernah diunduh secara berbahaya, dijual, atau digunakan untuk pemerasan.
