Badan Statistik Tenaga Kerja AS baru saja secara resmi merilis laporan CPI bulan Agustus pada tanggal 11/9, mencatat kenaikan sebesar 3,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan naik 0,4% dibandingkan bulan sebelumnya. Yang patut diperhatikan, harga bensin meningkat tajam 3,9%, berkontribusi hingga sepertiga dari laju kenaikan harga secara keseluruhan, sementara CPI inti naik 0,3% per bulan dan 2,4% per tahun.

Data inflasi yang persisten ini semakin memperkuat pandangan bahwa kebijakan akan diperketat oleh The Federal Reserve (Fed) AS. Melalui alat FedWatch dari CME tepat setelah waktu pengumuman, probabilitas Fed menaikkan suku bunga lagi sebesar 25 basis poin dalam rapat bulan September melonjak ke level 88,8%, sementara peluang mempertahankan suku bunga hanya tersisa 11,2%.

Meski tekanan suku bunga terus dipertahankan pada level tinggi, pasar saham berjangka justru menunjukkan respons yang cukup positif ketika Nasdaq futures naik 1%, sementara S&P 500 dan Dow Jones futures juga sama-sama menguat lebih dari 0,9%. Sentimen para pelaku pasar tampaknya telah menyerap skenario Fed yang bertindak tegas, meskipun risiko geopolitik dari Timur Tengah dan ketegangan terkait pasokan energi masih mengintai.

Untuk pasar mata uang kripto, $BTC dan para altcoin sedang berada dalam fase tarik-menarik ketika arus modal likuiditas global menghadapi lingkungan suku bunga tinggi yang berkepanjangan. Jika tekanan inflasi terus bertahan pada level yang tinggi dalam beberapa bulan mendatang, dorongan pertumbuhan pasar aset berisiko kemungkinan akan menghadapi banyak tantangan sebelum menyambut adanya pelonggaran yang benar-benar terjadi.

#CPI #Fed #suku_bunga