Di tangan sang pendiri ada 5 sampai 8 kandidat desainer, dan di LinkedIn semuanya terlihat cukup memenuhi syarat. Tapi bagaimana cara memilih orang yang benar-benar bisa membantu Anda membuat keputusan produk yang lebih baik?

Di episode ini, saya akan membagikan cerita nyata: bagaimana seorang pendiri akhirnya menemukan saya (hubungannya tidak banyak dengan konten yang saya kirim), apa yang menjadi pertimbangan hingga dia memutuskan, dan jika hari ini saya yang diminta untuk merekrut desainer produk, tes sederhana apa yang akan saya pakai.

Profil singkat dan portofolio bisa membantu Anda menilai apakah orang ini relevan atau tidak, tapi tidak menunjukkan bagaimana cara berpikirnya. Sebelum kerja sama resmi, saya membuat product audit untuk sang pendiri ini: mencantumkan masalah, memberikan saran, menuliskan penalarannya dalam dokumen, lalu merekam sesi walkthrough untuk menjelaskan bagaimana saya sampai pada kesimpulan-kesimpulan tersebut. Lalu ketika saya bertanya kepadanya mengapa dia memilih saya, yang dia tunjuk adalah audit itu.

https://youtu.be/1JFK-1kTyYg

Jadi kalau Anda sedang membandingkan desainer untuk sang pendiri, berikan kepada mereka masalah kecil yang benar-benar ada di dalam produk. Lihat dulu apa yang dia tanyakan, apakah bisa membedakan masalah yang penting dan yang hanya terlihat di permukaan. Pada akhirnya, apakah yang Anda dapatkan berupa saran yang jelas, atau sepuluh opsi yang berantakan. Setelah membaca pemikirannya, apakah produk Anda jadi lebih jelas, atau malah makin membingungkan?