15 September, Senat AS akan menggelar pemungutan suara prosedural cloture atas RUU “CLARITY”, yang membutuhkan 60 suara agar bisa masuk ke perdebatan resmi. Inilah garis hidup atau mati RUU tersebut.
Pertama, lihat isi RUU-nya: 630 halaman, membangun kerangka pasar federal untuk aset digital, sekaligus menetapkan batas kewenangan SEC dan CFTC, serta memberikan yurisdiksi eksklusif atas pasar spot aset/komoditas digital kepada CFTC—ini akan menjadi ekspansi kekuasaan terbesar dalam sejarah CFTC. RUU ini sudah lolos di Komite Perbankan Senat pada Mei lalu dengan perolehan 15 banding 9. Versi terbaru menambahkan persyaratan pendaftaran untuk protokol “desentralisasi semu”: selama protokol tersebut benar-benar dikendalikan oleh individu atau organisasi, protokol wajib didaftarkan ke CFTC, dan ketentuan terkait dibatasi pada transaksi spot dan transaksi tunai. Pihak penggagas mengklaim menyerap lebih dari 100 usulan perubahan dari Partai Demokrat, namun klausul terkait kepemilikan pejabat pada dasarnya tidak berubah; menurut laporan Politico, sejauh ini belum ada senator Demokrat yang menyatakan dukungan.
CEO/Chief Legal Officer Ripple minggu ini melakukan langkah yang sangat cerdas: jangan hanya mengunjungi kantor senator yang masih ragu dengan para pelobi—temui seorang pemegang aset kripto yang benar-benar nyata. Data pendukungnya: di AS ada sekitar 67 juta pemegang aset kripto, 232.000 lapangan kerja, dan sekitar 55 miliar dolar aktivitas ekonomi; jumlah pemegang berusia di atas 55 tahun sama banyaknya dengan pemegang berusia di bawah 25 tahun, dan sekitar sepertiganya adalah perempuan. Ini adalah upaya menarik “orang kripto” keluar dari stereotip.
Namun yang benar-benar menghambat RUU ini bukanlah ketentuan teknis, melainkan insentif pembayaran bunga untuk stablecoin. Bank-bank dalam komunitas berpendapat bahwa jika platform diperbolehkan memberi imbalan untuk stablecoin, maka dana simpanan akan terkuras dan kredit lokal akan terdampak; pihak kripto justru bersikukuh bahwa insentif harus tetap ada.
Satu hal yang perlu diketahui pengguna biasa: jangan terjebak narasi satu jalur “RUU disahkan berarti suatu koin pasti melonjak”. Suara prosedural tidak sama dengan disahkan; disahkan tidak otomatis berarti berlaku. Hanya ada beberapa daftar yang bisa dilacak: apakah 15 September bisa mengumpulkan 60 suara, apakah klausul terkait kepemilikan pejabat ditukar/diubah, dan redaksi final soal imbal hasil stablecoin. RUU ini memang punya alur panjang, tetapi ritmenya ditentukan oleh kalender parlemen, bukan oleh media sosial. $XRP
#Ripple mendorong pemungutan suara RUU CLARITY lewat kegiatan lobi
Pertama, lihat isi RUU-nya: 630 halaman, membangun kerangka pasar federal untuk aset digital, sekaligus menetapkan batas kewenangan SEC dan CFTC, serta memberikan yurisdiksi eksklusif atas pasar spot aset/komoditas digital kepada CFTC—ini akan menjadi ekspansi kekuasaan terbesar dalam sejarah CFTC. RUU ini sudah lolos di Komite Perbankan Senat pada Mei lalu dengan perolehan 15 banding 9. Versi terbaru menambahkan persyaratan pendaftaran untuk protokol “desentralisasi semu”: selama protokol tersebut benar-benar dikendalikan oleh individu atau organisasi, protokol wajib didaftarkan ke CFTC, dan ketentuan terkait dibatasi pada transaksi spot dan transaksi tunai. Pihak penggagas mengklaim menyerap lebih dari 100 usulan perubahan dari Partai Demokrat, namun klausul terkait kepemilikan pejabat pada dasarnya tidak berubah; menurut laporan Politico, sejauh ini belum ada senator Demokrat yang menyatakan dukungan.
CEO/Chief Legal Officer Ripple minggu ini melakukan langkah yang sangat cerdas: jangan hanya mengunjungi kantor senator yang masih ragu dengan para pelobi—temui seorang pemegang aset kripto yang benar-benar nyata. Data pendukungnya: di AS ada sekitar 67 juta pemegang aset kripto, 232.000 lapangan kerja, dan sekitar 55 miliar dolar aktivitas ekonomi; jumlah pemegang berusia di atas 55 tahun sama banyaknya dengan pemegang berusia di bawah 25 tahun, dan sekitar sepertiganya adalah perempuan. Ini adalah upaya menarik “orang kripto” keluar dari stereotip.
Namun yang benar-benar menghambat RUU ini bukanlah ketentuan teknis, melainkan insentif pembayaran bunga untuk stablecoin. Bank-bank dalam komunitas berpendapat bahwa jika platform diperbolehkan memberi imbalan untuk stablecoin, maka dana simpanan akan terkuras dan kredit lokal akan terdampak; pihak kripto justru bersikukuh bahwa insentif harus tetap ada.
Satu hal yang perlu diketahui pengguna biasa: jangan terjebak narasi satu jalur “RUU disahkan berarti suatu koin pasti melonjak”. Suara prosedural tidak sama dengan disahkan; disahkan tidak otomatis berarti berlaku. Hanya ada beberapa daftar yang bisa dilacak: apakah 15 September bisa mengumpulkan 60 suara, apakah klausul terkait kepemilikan pejabat ditukar/diubah, dan redaksi final soal imbal hasil stablecoin. RUU ini memang punya alur panjang, tetapi ritmenya ditentukan oleh kalender parlemen, bukan oleh media sosial. $XRP
#Ripple mendorong pemungutan suara RUU CLARITY lewat kegiatan lobi