Peringatan Gubernur BIS: Gelombang Investasi AI Senilai Triliunan Dolar Menyimpan Risiko bagi Stabilitas Keuangan Global

11 September, menurut laporan pada hari Kamis tanggal 11 September, Gubernur Bank for International Settlements (BIS) Pablo Hernandez mengeluarkan peringatan bahwa kebangkitan pesat teknologi kecerdasan buatan (AI) dapat menimbulkan risiko terhadap stabilitas keuangan global.

Ia menyatakan bahwa jika perusahaan tidak dapat memenuhi imbal hasil yang diharapkan para investor AI, pertumbuhan investasi AI yang didorong oleh utang dapat memicu risiko keuangan sistemik.

Berdasarkan data, lima perusahaan teknologi terbesar dunia merencanakan untuk mengucurkan lebih dari 1 triliun dolar AS pada periode 2025-2026 untuk proyek-proyek AI. Pada tahun 2030, skala investasi AI global berpotensi meningkat dari sekitar 500 miliar dolar AS saat ini menjadi 3-4 triliun dolar AS.

Saat ini, belanja modal perusahaan-perusahaan AI besar melampaui arus kas operasional; ketergantungan pada utang dan pembiayaan kredit swasta terus meningkat. Selain itu, hubungan pembiayaan berputar seperti kepemilikan silang antara pembuat chip, penyedia layanan cloud, dan perusahaan AI, serta pembiayaan jangka panjang komputasi, saling bertautan sehingga transparansi risiko sangat rendah.

Ia juga memperingatkan secara tegas bahwa jika imbal hasil investasi AI tidak memenuhi ekspektasi tinggi pasar, penurunan penilaian (valuation) berpotensi terjadi dan risiko akan menyebar ke luar, merambat ke seluruh sistem keuangan, serta berdampak signifikan terhadap ekonomi global.

Meski demikian, Hernandez dalam keterangannya juga mengakui nilai positif teknologi AI. Ia menyebutkan bahwa AI, pada skenario kerja spesifik seperti pemrograman, konsultasi, dan penulisan naskah profesional, dapat memberikan peningkatan efisiensi produksi sebesar 10%-65%.

Adapun dampak jangka panjang yang akhirnya akan dilepaskan oleh teknologi AI, masih akan bergantung pada kerangka kebijakan, pembangunan talenta dan infrastruktur, serta apakah manfaat teknologi dapat dibagikan secara merata.

Dengan demikian, berdasarkan skala dan kecepatan ekspansi gelombang investasi AI saat ini, semua pihak tetap perlu bersikap hati-hati.

Kesimpulannya, keuntungan pertumbuhan AI di tingkat teknologi telah terbukti, tetapi masuknya besar-besaran modal bernilai triliunan dolar juga turut mengakumulasi potensi risiko berupa pembiayaan yang terutang (debt-driven) dan gelembung valuasi.

Otoritas pengawas perlu menjaga keseimbangan antara mendorong inovasi dan mencegah risiko keuangan sistemik, serta terus memantau dampak dari penanaman modal AI dalam jumlah besar untuk menghindari potensi risiko rantai di bidang keuangan.

#BIS #AI投资