Penurunan besar biaya rantai/pendapatan rantai Robinhood yang setara dengan “rantai padam” sebenarnya adalah sebuah kesalahpahaman besar.

Sebelumnya sudah sempat dibahas: alasan paling mendasar mengapa biaya gas di Robinhood Chain begitu mahal adalah karena beban nyata jaringan dalam waktu lama melebihi gas target, sehingga terjadi penumpukan gas (backlog). Semakin parah penumpukannya, semakin tinggi pula biaya kemacetan yang muncul.

Saya sebelumnya terus mengira Robinhood tidak mau menaikkan parameter gas target demi mencapai pendapatan rantai yang lebih tinggi, tetapi ternyata tidak demikian. Menurut informasi yang diberikan oleh tim analis profesional yang sangat terkait dengan Arbitrum DAO, @EntropyAdvisors, ditunjukkan bahwa:

RH Chain resmi melakukan 2 kali penyesuaian untuk meningkatkan indikator gas target. Pada 1 September, gas target diubah dari 18 juta gas/s menjadi 30 juta gas/s. Pada 3 September, gas target kembali dinaikkan dari 30 juta menjadi 40 juta gas/s.

Kemungkinan besar backlog gas sudah dikosongkan sejak beberapa hari sebelumnya. Ketika pengguna di rantai tidak lagi perlu membayar biaya kemacetan yang mahal, maka biaya rantai/pendapatan rantai RH Chain pun secara alami turun drastis.

Saat ini beban jaringan aktual RH Chain pada dasarnya setara dengan @base. Saya lebih memilih menafsirkan penurunan drastis biaya rantai ini sebagai kabar baik (good news).

#Robinhood