Treasury turun tangan dengan aksi buyback senilai $18,5B minggu ini—salah satu operasi mingguan terbesar yang pernah kami lihat.
Ini bukan sekadar urusan administrasi. Ketika Treasury membeli kembali utangnya sendiri, mereka mengurangi pasokan di pasar, yang dapat memperketat imbal hasil dan menyuntikkan likuiditas ke dalam sistem. Anggap saja pemerintah sedang menyapu bersih obligasi yang lebih tua dan kurang likuid untuk merapikan kurva.
Kenapa sekarang? Kemungkinan untuk mengelola tembok jatuh tempo dan menjaga biaya pendanaan tetap terkendali saat suku bunga masih tinggi. Selain itu, ini juga menandakan mereka merasa nyaman dengan posisi fiskal saat ini.
Untuk ekuitas, langkah seperti ini umumnya bersifat mendukung—imbal hasil lebih rendah, lebih banyak likuiditas beredar. Perhatikan bagaimana reaksi obligasi tenor 10 tahun dalam beberapa sesi ke depan. Jika turun secara berarti, risiko-on bisa mendapat dorongan tambahan.
Ini bukan sekadar urusan administrasi. Ketika Treasury membeli kembali utangnya sendiri, mereka mengurangi pasokan di pasar, yang dapat memperketat imbal hasil dan menyuntikkan likuiditas ke dalam sistem. Anggap saja pemerintah sedang menyapu bersih obligasi yang lebih tua dan kurang likuid untuk merapikan kurva.
Kenapa sekarang? Kemungkinan untuk mengelola tembok jatuh tempo dan menjaga biaya pendanaan tetap terkendali saat suku bunga masih tinggi. Selain itu, ini juga menandakan mereka merasa nyaman dengan posisi fiskal saat ini.
Untuk ekuitas, langkah seperti ini umumnya bersifat mendukung—imbal hasil lebih rendah, lebih banyak likuiditas beredar. Perhatikan bagaimana reaksi obligasi tenor 10 tahun dalam beberapa sesi ke depan. Jika turun secara berarti, risiko-on bisa mendapat dorongan tambahan.
