Peringatan BlackRock: Bank Sentral Jepang Mempercepat Kenaikan Suku Bunga, Berpotensi Mendorong Imbal Hasil Obligasi Global

9 September—BlackRock dalam laporan risetnya mengeluarkan peringatan bahwa jika Bank Sentral Jepang mempercepat laju kenaikan suku bunga, hal itu dapat mendorong investor Jepang memulangkan dana dari luar negeri untuk mengejar imbal hasil yang lebih tinggi, sehingga pada akhirnya mendorong kenaikan imbal hasil obligasi global.

Strategi Wei Li, analis dari divisi riset perusahaan tersebut, menekankan dalam laporannya bahwa apabila efek limpahan lintas-batas seperti ini benar-benar terjadi, pasar obligasi juga berisiko membentuk siklus umpan balik negatif.

Riset tersebut menyebutkan bahwa selama puluhan tahun terakhir, karena imbal hasil domestik Jepang bertahan pada level yang sangat rendah dalam waktu lama, para investor Jepang mengalihkan dana dalam jumlah besar ke pasar luar negeri untuk mencari imbal hasil yang lebih tinggi.

Namun, seiring suku bunga Jepang yang perlahan terus naik, pola arus dana ini dapat berbalik arah. BlackRock menilai imbal hasil bebas risiko yang cukup menarik yang saat ini ditawarkan Jepang berpotensi membuat sebagian dana luar negeri mulai mengalir kembali ke pasar domestik Jepang.

Meskipun inflasi terus meningkat sehingga menuntut Jepang untuk mengencangkan kebijakan moneter, ekspansi belanja pemerintah dan besarnya ukuran utang publik yang melebihi dua kali lipat PDB membuat biaya fiskal dari kenaikan suku bunga melonjak secara signifikan.

Selain itu, kebijakan yang tetap longgar berkelanjutan juga dapat menekan nilai yen; jika yen melemah tajam, ketika otoritas Jepang untuk menstabilkan kurs dapat menjual aset luar negeri seperti surat utang AS, tekanan terhadap kenaikan imbal hasil surat utang AS akan semakin besar.

Wei Li menganalisis bahwa, mengingat adanya efek penularan yang jelas antara kebijakan suku bunga moneter AS dan Jepang. Secara spesifik: kenaikan suku bunga AS akan terus menekan nilai tukar yen, yang pada akhirnya memaksa Bank Sentral Jepang mempercepat laju kenaikan suku bunga;

sementara peningkatan suku bunga Jepang akan menarik dana luar negeri kembali, sehingga melemahkan kebutuhan pasar terhadap penempatan dana pada obligasi AS, yang kemudian mendorong biaya pendanaan total AS, sehingga terbentuk siklus pasar AS-Jepang yang saling menghambat.

Kesimpulannya, analisis ini tidak hanya mengungkap logika keterkaitan antar-pasar untuk obligasi global, tetapi juga menegaskan bahwa penyesuaian kebijakan moneter oleh bank-bank sentral utama memiliki efek limpahan yang sangat kuat; perubahan kebijakan mereka akan berdampak luas pada pasar keuangan global melalui arus modal dan penularan melalui nilai tukar.

#债券收益率