Aksi airdrop Base sudah dimulai. Aave V4 di jaringan bergerak seiring, baik dari sisi penyiapan dana maupun sisi pinjaman. Kenaikan kali ini bukan hanya mengandalkan narasi satu titik, melainkan Base ecosystem + blue-chip DeFi berjalan bersama, dua kaki sekaligus.
Perlu diperhatikan satu hal: keterkaitan antara token saham dan token on-chain jauh lebih erat dibanding putaran pada 2024. Rantai “stock tradisional on-chain” menghubungkan langsung jalur pergerakan dana tradisional ke DEX. Begitu raksasa teknologi AS dan blue-chip on-chain muncul dalam resonansi, volatilitas akan diperbesar di kedua sisi secara bersamaan. Inilah juga mengapa kurva pertumbuhan TVL Aave V4 di Base terlihat lonjakan pada beberapa hari ketika ekspektasi airdrop Base sedang “menghangat”—dana baru yang masuk membutuhkan tempat yang “dalam” untuk parkir, dan Aave secara alami adalah posisi parkir itu.
Pandangan saya:
1) Ritme airdrop Base menentukan ritme, bukan titik akhir. Hari ketika airdrop berakhir sering menjadi titik tertinggi jangka pendek, tetapi ekosistemnya sendiri untuk penyaluran pinjaman, stablecoin, dan implementasi RWA tidak akan berhenti.
2) Nilai narasi Aave V4 terletak pada posisinya sebagai “infrastruktur dasar likuiditas lintas rantai”, bukan cerita tentang satu chain saja. Base hanyalah titik tumpu barunya; tiga lini produk—LST, RWA, dan native dollar—yang patut dilihat untuk jangka panjang.
3) Dana yang dibawa oleh keterkaitan token saham akan menaikkan valuasi dalam jangka pendek, tetapi dalam menengah akan menarik kembali ke sistem penetapan harga institusi tradisional. Ini adalah kabar baik bagi penetapan harga berlapis seluruh pasar kripto.
Dalam jangka pendek, saya akan fokus pada dua hal: apakah tingkat bunga pinjaman Aave sebelum dan sesudah snapshot airdrop Base naik ke level baru; serta apakah keterkaitan antara sektor token saham dan Aave membentuk ritme yang stabil. Jika keduanya terjadi, ini bukan tren “tinggal kejar lalu selesai”.
Aksi kejar-kejaran airdrop Base, DeFi blue-chip menyusul—ini adalah salah satu mainline paling undervalued pada paruh kedua 2025.
#Base #Aave
Perlu diperhatikan satu hal: keterkaitan antara token saham dan token on-chain jauh lebih erat dibanding putaran pada 2024. Rantai “stock tradisional on-chain” menghubungkan langsung jalur pergerakan dana tradisional ke DEX. Begitu raksasa teknologi AS dan blue-chip on-chain muncul dalam resonansi, volatilitas akan diperbesar di kedua sisi secara bersamaan. Inilah juga mengapa kurva pertumbuhan TVL Aave V4 di Base terlihat lonjakan pada beberapa hari ketika ekspektasi airdrop Base sedang “menghangat”—dana baru yang masuk membutuhkan tempat yang “dalam” untuk parkir, dan Aave secara alami adalah posisi parkir itu.
Pandangan saya:
1) Ritme airdrop Base menentukan ritme, bukan titik akhir. Hari ketika airdrop berakhir sering menjadi titik tertinggi jangka pendek, tetapi ekosistemnya sendiri untuk penyaluran pinjaman, stablecoin, dan implementasi RWA tidak akan berhenti.
2) Nilai narasi Aave V4 terletak pada posisinya sebagai “infrastruktur dasar likuiditas lintas rantai”, bukan cerita tentang satu chain saja. Base hanyalah titik tumpu barunya; tiga lini produk—LST, RWA, dan native dollar—yang patut dilihat untuk jangka panjang.
3) Dana yang dibawa oleh keterkaitan token saham akan menaikkan valuasi dalam jangka pendek, tetapi dalam menengah akan menarik kembali ke sistem penetapan harga institusi tradisional. Ini adalah kabar baik bagi penetapan harga berlapis seluruh pasar kripto.
Dalam jangka pendek, saya akan fokus pada dua hal: apakah tingkat bunga pinjaman Aave sebelum dan sesudah snapshot airdrop Base naik ke level baru; serta apakah keterkaitan antara sektor token saham dan Aave membentuk ritme yang stabil. Jika keduanya terjadi, ini bukan tren “tinggal kejar lalu selesai”.
Aksi kejar-kejaran airdrop Base, DeFi blue-chip menyusul—ini adalah salah satu mainline paling undervalued pada paruh kedua 2025.
#Base #Aave