Biaya energi dan pangan melonjak tajam sejak konflik Iran dimulai.

Gas alam Eropa naik 125%. Minyak pemanas, solar, dan bahan bakar jet semuanya naik 50-80%. Minyak mentah naik 36%. Itulah inflasimu—bukan kebijakan moneter yang abstrak, melainkan gangguan pasokan yang benar-benar menghantam barang-barang yang dibutuhkan orang.

Dan ini bukan cuma energi. Beras naik 47%, gandum naik 24%, jagung naik 17%. Pupuk (DAP) naik 26%. Kapas naik 32%. Ini adalah bahan baku untuk semuanya—makanan, pakaian, transportasi.

Inilah bentuk nyata risiko geopolitik di dompetmu. Perang tidak hanya menggerakkan harga saham. Perang mengubah biaya untuk menghangatkan rumahmu, mengisi tangki, dan memberi makan keluargamu.

Kalau kamu bertanya-tanya kenapa inflasi terasa tetap lengket meski suku bunga dinaikkan—ini alasannya. Bank sentral tidak bisa memperbaiki guncangan pasokan yang disebabkan rudal dan blokade.

Pantau pergerakan komoditas ini. Dampaknya merembet ke harga konsumen dengan jeda, dan dampaknya paling keras dirasakan oleh yang termiskin.