
Zcash telah melonjak ke level tertingginya sejak 2016, mendorong kapitalisasi pasar token yang berfokus pada privasi tersebut melewati $20 miliar sementara momentum berlanjut ke minggu baru. Data CoinGecko menunjukkan ZEC sempat menyentuh $1.249,28 sebelum mereda ke sekitar $1.195 pada hari Senin.
Pergerakannya sangat cepat: ZEC naik sekitar 45% dalam sepekan terakhir dan sekitar 138% selama 30 hari terakhir, menurut bagan harga CoinGecko. Meskipun reli terbaru ini mengesankan, nilai tersebut masih berada di bawah puncak era peluncuran Zcash—CoinGecko mencatat rekor tertinggi sepanjang masa sebesar $3.191,93 pada 28 Okt 2016, ketika hanya tersedia pasokan token yang masih kecil.
Poin-poin penting
ZEC mencapai harga tertinggi sejak 2016, dengan CoinGecko melaporkan puncak mendekati $1.249,28 sebelum koreksi turun ke sekitar $1.195.
Token ini telah naik sekitar 45% dalam seminggu dan 138% dalam 30 hari, membantu mendorong kapitalisasi pasar Zcash melewati $20 miliar.
Model privasi Zcash bergantung pada transaksi yang disamarkan (shielded) menggunakan bukti tanpa pengetahuan (zero-knowledge proofs) untuk menyembunyikan pengirim, penerima, dan jumlah transfer.
ETF Zcash milik Grayscale—diperdagangkan di NYSE ARCA dengan kode ZCSH—telah mendukung perhatian yang diperbarui sejak mulai diperdagangkan pada 25 Agustus.
Riset Grayscale berpendapat bahwa permintaan akan privasi bisa meningkat saat AI membuatnya lebih mudah menghubungkan aktivitas blockchain publik dengan identitas dunia nyata.
Aset privasi kembali muncul di level tertinggi dalam beberapa tahun
Kenaikan terbaru telah menempatkan Zcash kembali menjadi sorotan bagi investor yang ingin melihat bagaimana fitur privasi bisa berubah menjadi permintaan pasar yang nyata. Data CoinGecko menunjukkan token memperpanjang kenaikan yang terus dibangun selama sebulan terakhir, bukan lonjakan lalu cepat mereda.
Opsi “disamarkan” (shielded) milik Zcash menjadi pusat dari narasi tersebut. Berbeda dengan transfer yang sepenuhnya publik di kebanyakan blockchain tradisional, Zcash memungkinkan pengguna memilih antara transaksi publik dan transaksi yang disamarkan. Pembayaran yang disamarkan menggunakan bukti tanpa pengetahuan untuk memverifikasi bahwa sebuah transfer valid tanpa mengekspos detail penting seperti pengirim, penerima, atau jumlahnya.
Kemampuan itu penting karena secara langsung menanggapi kekhawatiran yang terus-menerus dalam adopsi kripto: transparansi bisa bernilai, tetapi juga dapat menciptakan risiko pelacakan bagi individu dan bisnis. Jika lebih banyak pelaku pasar percaya bahwa risiko tersebut sedang meningkat, aset yang menjaga privasi bisa menarik modal baru.
Grayscale mengaitkan tesis privasi dengan era AI untuk pelacakan
Dalam analisis pada 31 Agustus, kepala riset Grayscale, Zach Pandl, menyoroti fitur privasi Zcash sebagai sesuatu yang berpotensi menjadi “wajib dimiliki” bagi pengguna yang mengutamakan kerahasiaan. Argumennya tidak terbatas pada preferensi privasi secara umum; Pandl secara spesifik menunjuk peran yang bisa dimainkan AI dalam meningkatkan ambang kesulitan untuk anonimitas.
Pandl mengatakan AI dapat meningkatkan permintaan akan privasi keuangan dengan memudahkan pengaitan transaksi blockchain publik ke identitas pengguna. Ide intinya adalah meskipun transaksi secara teknis bersifat pseudonim, alat pengenalan pola dan tautan entitas dapat mengurangi anonimitas dari waktu ke waktu.
Untuk Zcash, kerangka tersebut selaras dengan apa yang dirancang oleh transaksi yang disamarkan (shielded): menjaga data transaksi penting tetap privat sekaligus tetap mempertahankan verifikabilitas melalui bukti kriptografis.
Momentum yang digerakkan ETF setelah konversi Zcash Trust milik Grayscale
Peralihan produk Grayscale tampaknya menjadi bagian dari katalis di balik minat yang kembali. Perusahaan mengubah Zcash Trust yang sudah ada menjadi exchange-traded fund (ETF), dengan ETF tersebut diperdagangkan di bawah kode ZCSH. Dana tersebut mulai diperdagangkan di NYSE ARCA pada 25 Agustus, memberi investor perantara (brokerage) tradisional cara yang lebih mudah untuk mendapatkan eksposur ke ZEC.
Menurut situs web ETF tersebut, dana ditutup pada Jumat dengan harga $83,77 per saham dan melaporkan aset kelolaan (assets under management) sebesar $463,2 juta. Kombinasi—jalur akses baru plus aset yang terus terkumpul—sering kali memperkuat momentum, terutama ketika sebuah token sudah berada dalam tren harga yang kuat.
Pada saat yang sama, performa ZEC yang baru-baru ini juga menegaskan bahwa narasi investor dapat bergerak cepat begitu titik akses utama berubah. Pencatatan ETF tidak mengubah protokol mendasar Zcash, tetapi memperluas siapa saja yang bisa membeli eksposur tersebut dan seberapa mudah eksposur itu dapat dipegang dalam infrastruktur portofolio yang sudah ada.
Yang perlu diperhatikan berikutnya untuk ZEC dan perdagangan privasi
Dengan ZEC kini berada di level tertinggi sejak 2016, pertanyaan berikutnya adalah apakah reli ini bisa bertahan saat pasar mencerna narasi permintaan yang didorong ETF. Pedagang dan pengamat jangka panjang mungkin ingin memantau bagaimana likuiditas dan arus masuk (inflows) ETF berkembang setelah fase momentum awal, serta apakah sentimen yang lebih luas terhadap privasi di rantai (on-chain) terus menguat seiring dengan argumen privasi-dan-AI.
Artikel ini awalnya diterbitkan sebagai Zcash Reaches Highest Price Since 2016 as Market Cap Passes $20B on Crypto Breaking News – sumber tepercaya Anda untuk berita kripto, berita Bitcoin, dan pembaruan blockchain.
