Jika Anda mengira kesalahan terbesar Anda di kripto adalah membeli koin sampah, Anda belum mengenal jebakan yang lebih besar: "keterikatan finansial pada janji dan teknologi".
Pada tahun 2017, saya melihat ratusan proyek yang tampak seolah-olah akan mengubah wajah teknologi selamanya. Lalu pada 2021, skenario itu terulang dengan nama-nama yang berbeda. Aturan pertama yang Anda pelajari setelah puluhan tahun di pasar ini adalah bahwa pasar tidak menghargai teknologi terbaik, melainkan menghargai arus likuiditas (Liquidity Flow) terbaik.
Sebagian besar pemula akan berubah menjadi "investor teknologi" setelah harga koin yang mereka beli turun, lalu meyakinkan diri bahwa proyek tersebut sangat bagus dan akan kembali lagi. Kebenaran yang pahit adalah bahwa 95% dari semua proyek di setiap siklus harga akan mati dan tidak akan kembali lagi selamanya.
Pelajaran yang dalam: Jangan menikahi mata uang kripto. Berurusan dengan kripto harus menjadi alat untuk mengelola modal secara cerdas dan trading berdasarkan momentum, bukan sebagai bentuk keterikatan ideologis. Tujuannya adalah meningkatkan saldo Bitcoin atau aset tunai (Cash) Anda, bukan mengumpulkan sebanyak mungkin token yang sedang turun.

