Menurut laporan terbaru yang diumumkan Institute for the Study of War (ISW) pada 2 September, upaya Amerika untuk memulihkan kebebasan pelayaran di Selat Hormuz telah menunjukkan hasil awal yang baik. Kini semakin banyak kapal niaga yang memilih dan berhasil melintasi jalur selatan. Perubahan positif ini terjadi karena militer AS pada 1 September melakukan operasi penyerangan yang berhasil melemahkan kemampuan Iran dalam melakukan aktivitas di laut, pemantauan radar, serta penebaran ranjau.

Meskipun dalam jangka pendek kondisi pelayaran di selat tersebut memang membaik, risiko potensial yang dihadapi Selat Hormuz tidak sepenuhnya hilang. Laporan tersebut mengingatkan publik bahwa Iran sebenarnya belum menyerahkan kendali atas selat penting ini, dan terus berupaya membangun kembali kekuatan militer terkait. Berdasarkan situasi di atas, diperkirakan persaingan sengit antara AS dan Iran mengenai kendali jalur pelayaran ini akan terus berlanjut di masa mendatang.