🚨 $300 MILIAR HAPUS DARI SAHAM AS

Wall Street sedang berada di bawah tekanan seiring konflik AS-Iran yang mengambil belokan berbahaya.

Saham AS dibuka lebih rendah saat serangan militer baru mendorong harga minyak naik tajam, memunculkan kekhawatiran bahwa inflasi bisa kembali meningkat dan membuat suku bunga tetap lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama.

Dow, S&P 500, dan Nasdaq semuanya melemah, sementara saham sektor energi bergerak lebih tinggi karena Brent mentah menembus di atas $90 per barel.

Para investor kini mencermati Selat Hormuz dengan seksama. Gangguan lebih lanjut dapat mendorong harga minyak bahkan lebih tinggi dan menciptakan guncangan lain bagi pasar.

Satu hal yang jelas: risiko geopolitik kembali menjadi pengendali utama.