Menjelang rilis data nonfarm, para trader mengantisipasi kenaikan suku bunga The Fed dua kali dalam tahun ini, ekspektasi memanas
31 Agustus, seperti dilansir, laporan ketenagakerjaan nonfarm AS untuk bulan Agustus yang akan dirilis pada hari Jumat pekan ini kemungkinan menjadi acuan penting bagi rapat kebijakan The Fed pada bulan September.
Berdasarkan data terbaru dari CME “FedWatch”, peluang trader memperkirakan The Fed akan melakukan dua kali kenaikan suku bunga sepanjang tahun ini meningkat secara signifikan. Lonjakan ekspektasi ini terutama dipicu secara langsung oleh pernyataan bernada hawkish dari Ketua The Fed, W. (Jerome) Powell dalam waktu dekat.
Dalam konferensi tahunan perbankan sentral global Jackson Hole minggu lalu, Powell mengatakan bahwa jika inflasi tidak menunjukkan tanda penurunan yang jelas, maka The Fed “masih memiliki pekerjaan yang perlu dilakukan”. Pernyataan yang dipandang pasar sebagai sinyal kenaikan suku bunga terkuat sejauh ini secara langsung membalik narasi penurunan suku bunga sebelumnya.
Dampaknya, taruhan pasar terhadap kenaikan suku bunga pada bulan September telah melonjak dari sekitar 35% pada pekan sebelumnya menjadi sekitar 62% saat ini. Sementara itu, peluang kenaikan suku bunga kembali pada bulan Desember bahkan mencapai 89%.
Analisis menyebutkan, jika data ketenagakerjaan nonfarm yang akan diumumkan pada hari Jumat menunjukkan kinerja yang kuat, maka hal itu akan semakin memperkuat keyakinan bahwa The Fed akan terus menaikkan suku bunga. Sebaliknya, bila pasar tenaga kerja menunjukkan tanda-tanda melemah, ekspektasi kenaikan suku bunga yang tajam saat ini dapat dengan cepat meredup.
Selain data nonfarm, data inflasi CPI bulan Agustus yang akan dirilis pada bulan depan juga akan menjadi tolok ukur penting bagi pasar untuk menilai arah kebijakan The Fed.
Terakhir, menurut Anda apakah rilis data nonfarm kali ini dan rilis data CPI berikutnya akan semakin memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, atau justru membuat pasar meredup? Silakan tinggalkan komentar untuk berdiskusi.
#非农就业数据 #加息预期
31 Agustus, seperti dilansir, laporan ketenagakerjaan nonfarm AS untuk bulan Agustus yang akan dirilis pada hari Jumat pekan ini kemungkinan menjadi acuan penting bagi rapat kebijakan The Fed pada bulan September.
Berdasarkan data terbaru dari CME “FedWatch”, peluang trader memperkirakan The Fed akan melakukan dua kali kenaikan suku bunga sepanjang tahun ini meningkat secara signifikan. Lonjakan ekspektasi ini terutama dipicu secara langsung oleh pernyataan bernada hawkish dari Ketua The Fed, W. (Jerome) Powell dalam waktu dekat.
Dalam konferensi tahunan perbankan sentral global Jackson Hole minggu lalu, Powell mengatakan bahwa jika inflasi tidak menunjukkan tanda penurunan yang jelas, maka The Fed “masih memiliki pekerjaan yang perlu dilakukan”. Pernyataan yang dipandang pasar sebagai sinyal kenaikan suku bunga terkuat sejauh ini secara langsung membalik narasi penurunan suku bunga sebelumnya.
Dampaknya, taruhan pasar terhadap kenaikan suku bunga pada bulan September telah melonjak dari sekitar 35% pada pekan sebelumnya menjadi sekitar 62% saat ini. Sementara itu, peluang kenaikan suku bunga kembali pada bulan Desember bahkan mencapai 89%.
Analisis menyebutkan, jika data ketenagakerjaan nonfarm yang akan diumumkan pada hari Jumat menunjukkan kinerja yang kuat, maka hal itu akan semakin memperkuat keyakinan bahwa The Fed akan terus menaikkan suku bunga. Sebaliknya, bila pasar tenaga kerja menunjukkan tanda-tanda melemah, ekspektasi kenaikan suku bunga yang tajam saat ini dapat dengan cepat meredup.
Selain data nonfarm, data inflasi CPI bulan Agustus yang akan dirilis pada bulan depan juga akan menjadi tolok ukur penting bagi pasar untuk menilai arah kebijakan The Fed.
Terakhir, menurut Anda apakah rilis data nonfarm kali ini dan rilis data CPI berikutnya akan semakin memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, atau justru membuat pasar meredup? Silakan tinggalkan komentar untuk berdiskusi.
#非农就业数据 #加息预期




