Dengarkan, saudara, hari ini situasinya agak menarik. Pertama, soal Goldman itu—margin penyulingan diesel bisa naik cukup tinggi, hingga $63 per barel. Artinya, permintaan diesel kuat, sementara pasokannya ketat. Ini bisa jadi kabar baik bagi mereka yang ada di sektor kilang atau energi. Lalu, ketegangan dari Iran meningkat lagi. AS menyerang peluncur roket Iran, sehingga harga minyak mentah langsung melonjak. Pasar Asia juga beragam. Kontrak saham berjangka pun melemah di AS karena alasan yang sama. Wall Street saat ini masih berada di bulan yang menang, tapi serangan ini bisa mengacak semuanya. Dan ada kabar besar lain—menurut Barclays, The Fed bisa melakukan dua kali lagi kenaikan suku bunga tahun ini. Setelah pidato Warsh, kemungkinan itu makin kuat. Artinya, suku bunga bisa naik, dan itu memberi tekanan bagi pasar. AS berencana memberi sanksi tambahan ke satu bank lagi untuk meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran. Jadi, gambaran besarnya begini—harga minyak naik, The Fed cenderung lebih hawkish, dan ketegangan geopolitik. Pasar hari ini berpotensi volatil. Menurutmu, lonjakan harga minyak ini akan bertahan lama atau hanya reaksi jangka pendek?
⚠️ Analisis pribadi, bukan nasihat keuangan.
#Trading #Binance #Gold #StockMarket #FederalReserve
--
Disclaimer: Analisis pribadi saya, bukan nasihat keuangan. DYOR.
⚠️ Analisis pribadi, bukan nasihat keuangan.
#Trading #Binance #Gold #StockMarket #FederalReserve
--
Disclaimer: Analisis pribadi saya, bukan nasihat keuangan. DYOR.