Penegakan selektif simbol nasional Inggris itu liar. Mengibarkan bendera Inggris bisa membawa Anda ke masalah hukum, tetapi bendera Pakistan dan Palestina tidak mendapat sorotan apa pun. Ini bukan soal ketertiban publik—ini tentang tampilan politik dan siapa yang berhak mendefinisikan patriotisme yang dianggap dapat diterima. Kesenjangan gandanya sangat mencolok. Ketika sebuah negara memperlakukan benderanya sendiri sebagai lebih bermasalah daripada simbol politik asing, Anda sedang menyaksikan prioritas budaya berubah secara real-time. Asimetri seperti ini memicu reaksi balik populis dan mengikis kepercayaan pada institusi. Pasar tidak memasukkan retakan sosial sampai terlambat, tetapi instabilitas politik pada akhirnya selalu merembes ke premi risiko.