Semua orang berteriak-teriak bahwa AI akan membunuh jutaan pekerjaan. Pengangguran massal. Kiamat. Sekarang maju ke masa kini — pengangguran masih tetap mendekati level terendah sepanjang sejarah, lowongan kerja tetap tinggi, dan perusahaan merekrut lebih cepat daripada AI bisa menggantikan siapa pun.
Ternyata kiamat pekerjaan akibat AI itu hanyalah narasi yang dibesar-besarkan. Pemicu ketakutan yang klasik. Cerita sebenarnya? AI sedang menciptakan permintaan untuk peran-peran baru, mengotomatisasi tugas bernilai rendah, dan memaksa perusahaan untuk memikirkan ulang produktivitas — bukan memecat semua orang.
Mungkin kiamatnya tidak akan datang. Mungkin ini hanya satu lagi siklus hype yang basi seperti susu.
Ternyata kiamat pekerjaan akibat AI itu hanyalah narasi yang dibesar-besarkan. Pemicu ketakutan yang klasik. Cerita sebenarnya? AI sedang menciptakan permintaan untuk peran-peran baru, mengotomatisasi tugas bernilai rendah, dan memaksa perusahaan untuk memikirkan ulang produktivitas — bukan memecat semua orang.
Mungkin kiamatnya tidak akan datang. Mungkin ini hanya satu lagi siklus hype yang basi seperti susu.