Investasi sebesar US$ 200 juta yang akan dilakukan ONGC di Venezuela diperkirakan akan direalisasikan dalam 12 bulan ke depan.
Perusahaan energi asal India, Oil and Natural Gas Corp (ONGC), berencana menginvestasikan 200 juta dolar untuk menghidupkan kembali produksi minyak Venezuela di ladang San Cristóbal.
Menurut yang dilaporkan Energy World, produksi minyak mentah di sumur tersebut telah turun sekitar sepersepuluh dari level maksimumnya selama bertahun-tahun, karena sanksi yang diberlakukan Amerika Serikat terhadap sektor energi Venezuela.
Sumber menyebutkan bahwa ONGC Videsh Ltd, anak usaha ONGC, telah memperoleh izin dari AS untuk mengoperasikan ladang tersebut dan sedang berada di dekat tahap penyelesaian rencana investasi bersama Petróleos de Venezuela S.A. (PDVSA).
Penting untuk dicatat bahwa PDVSA memiliki 60% saham di ladang San Cristóbal, sementara 40% sisanya dimiliki oleh perusahaan India ONGC.
Rencana tersebut menetapkan bahwa ONGC akan membiayai bagian investasi yang menjadi milik PDVSA, lalu setelah itu akan memulihkan dana tersebut dari produksi masa depan sumur.
Demikian pula, investasi sebesar US$ 200 juta dari ONGC di Venezuela diperkirakan akan dilakukan dalam 12 bulan ke depan.
Lapangan San Cristóbal menghasilkan antara 4.000 hingga 5.000 barel minyak per hari (bpd), sehingga ONGC memperkirakan untuk meningkatkan produksi antara 45.000 dan 50.000 bpd, mencapai tingkat yang dimilikinya sebelumnya.
