Urusan geopolitik ini belum juga mereda; perang AS-Iran sudah berlangsung setengah tahun, dan Selat Hormuz tetap menjadi masalah besar. Trump secara tegas menyatakan menolak kembali pada kesepakatan 6 Juni, bersikeras ingin menjatuhkan Iran lewat blokade. Baru-baru ini, Ukraina juga meledakkan kilang minyak Yaroslavl milik Rusia, sehingga pasokan energi makin ketat.

Dalam situasi seperti ini, sentimen menghindari risiko mulai menguat, dan logika $BTC sebagai “emas digital” jadi semakin kuat. Tarif kapal tanker melonjak menjadi 650.000 dolar AS per hari, harga energi juga naik, dan ekspektasi inflasi ikut terdorong. Amunisi di tangan bank-bank sentral negara-negara makin menipis; kelonggaran suku bunga mungkin datang lebih cepat, dan untuk pasar kripto justru bisa jadi kabar baik.

Namun risikonya juga tidak kecil. Jika situasinya meningkat lagi, volatilitas pasar akan makin besar. Untuk jangka pendek, harus hati-hati agar tidak terinjak-injak; untuk jangka panjang, justru bisa lebih tenang—di balik ketidakpastian, selalu ada peluang.

#BTC #地缘政治 #避险资产 #通胀 #mata uang kripto

NFA DYOR