Strategi “Bitcoin” miliknya baru saja menghadapi masalah narasi.
Menurut para analis Bitfinex, Strategy telah menjual 6,948 BTC dalam periode dari akhir Mei hingga awal Agustus. Meskipun ukurannya tergolong kecil dibanding likuiditas spot harian BTC, setiap kali penjualan tetap memberikan tekanan psikologis karena Strategy kini merupakan perusahaan yang memegang Bitcoin terbesar.
Yang menarik, dalam dua minggu berturut-turut belakangan ini, Strategy tidak membeli maupun menjual BTC, sehingga jumlah kepemilikannya tetap di 840,447 BTC.
Pada level BTC sekitar $78,700, nilai BTC tersebut hampir mencapai $66B, lebih tinggi dari rata-rata harga pokok sekitar $75,385/BTC. Total biaya untuk membangun posisi sekitar $63.36B.
Sementara itu, Strategy masih menggalang dana melalui saham MSTR. Khusus pada periode 17–23/8, perusahaan menghimpun sekitar $2.01B, sekaligus meningkatkan cadangan kas menjadi sekitar $6.69B.
Menurut Bitfinex, ini menunjukkan bahwa Strategy saat ini bersikap netral, bukan agresif membeli BTC. Perusahaan lebih memilih menggalang dana lewat saham ketimbang menambah penjualan Bitcoin, setidaknya pada kondisi saat ini.
Pemegang Bitcoin korporat terbesar yang tidak membeli mulai menjadi bagian dari narasi pasar.
Menurut saya, inilah poin yang patut diperhatikan: jika Strategy kembali melakukan pembelian besar-besaran, itu bisa menjadi sinyal yang cukup menonjol.
Namun jika terus mengambil sikap diam, pasar harus menyerap sendiri jumlah BTC yang sebelumnya kerap dikoleksi oleh Strategy.
Menurut Anda, apakah Strategy akan segera kembali membeli BTC, atau era “Strategy buys every dip” sedang sementara berakhir?
#bitcoin $BTC
#strategy $MSTR.US
#MicroStrategy
Menurut para analis Bitfinex, Strategy telah menjual 6,948 BTC dalam periode dari akhir Mei hingga awal Agustus. Meskipun ukurannya tergolong kecil dibanding likuiditas spot harian BTC, setiap kali penjualan tetap memberikan tekanan psikologis karena Strategy kini merupakan perusahaan yang memegang Bitcoin terbesar.
Yang menarik, dalam dua minggu berturut-turut belakangan ini, Strategy tidak membeli maupun menjual BTC, sehingga jumlah kepemilikannya tetap di 840,447 BTC.
Pada level BTC sekitar $78,700, nilai BTC tersebut hampir mencapai $66B, lebih tinggi dari rata-rata harga pokok sekitar $75,385/BTC. Total biaya untuk membangun posisi sekitar $63.36B.
Sementara itu, Strategy masih menggalang dana melalui saham MSTR. Khusus pada periode 17–23/8, perusahaan menghimpun sekitar $2.01B, sekaligus meningkatkan cadangan kas menjadi sekitar $6.69B.
Menurut Bitfinex, ini menunjukkan bahwa Strategy saat ini bersikap netral, bukan agresif membeli BTC. Perusahaan lebih memilih menggalang dana lewat saham ketimbang menambah penjualan Bitcoin, setidaknya pada kondisi saat ini.
Pemegang Bitcoin korporat terbesar yang tidak membeli mulai menjadi bagian dari narasi pasar.
Menurut saya, inilah poin yang patut diperhatikan: jika Strategy kembali melakukan pembelian besar-besaran, itu bisa menjadi sinyal yang cukup menonjol.
Namun jika terus mengambil sikap diam, pasar harus menyerap sendiri jumlah BTC yang sebelumnya kerap dikoleksi oleh Strategy.
Menurut Anda, apakah Strategy akan segera kembali membeli BTC, atau era “Strategy buys every dip” sedang sementara berakhir?
#bitcoin $BTC
#strategy $MSTR.US
#MicroStrategy

