Jepang baru saja menghabiskan 96 miliar dolar dalam satu bulan untuk menopang yen. Itu rekor. Bahkan mereka berhasil membuat AS ikut bergabung pada 31 Juli—gerakan terkoordinasi yang jarang terjadi.

Hasilnya? Yen sempat menguat ke 156 per dolar, lalu langsung melemah lagi mendekati 160. Itulah batasnya: level di mana mereka mungkin akan melakukan intervensi lagi.

Intinya begini: menyuntikkan uang ke pasar mata uang tanpa memperbaiki masalah kebijakan yang mendasarinya ibarat membuang air dari kapal yang bocor. Anda bisa terus melakukannya, tetapi pada akhirnya Anda kehabisan ember.

Pertanyaannya yang sesungguhnya bukan *apakah* mereka akan melakukan intervensi lagi. Melainkan *kapan* mereka akan berhenti hanya mengobati gejalanya dan benar-benar mengoordinasikan respons kebijakan yang komprehensif—Kementerian Keuangan, Bank of Japan, dan Kantor Perdana Menteri semuanya berada di satu pemahaman.

Sampai saat itu, ini hanya teater yang mahal. Intervensi mata uang tanpa perubahan struktural jarang bertahan lama. Pasar mengetahuinya. Yen mengetahuinya. Dan cadangan devisa Jepang sedang mempelajarinya dengan cara yang sulit.