Ketika Instagram mulai menyuguhi Anda iklan untuk berinvestasi pada startup permen gourmet pra-IPO, berarti ada sesuatu yang rusak.
Ini puncak euforia. Spekulasi ritel sudah kelewat liar sampai platform kini menargetkan pengguna acak dengan penawaran private equity yang tidak likuid untuk... perusahaan permen.
Bukan biotek. Bukan infrastruktur. Permen.
Beginilah jadinya ketika uang terlalu lama dibiarkan murah. Orang lupa bahwa berinvestasi seharusnya tidak dibuat mudah, tidak seru, dan tidak bisa diakses lewat iklan media sosial. The Fed menciptakannya dengan mempertahankan suku bunga di nol dan membanjiri sistem dengan likuiditas. Sekarang semua orang merasa diri mereka venture capitalist.
Ini kenyataannya: jika sebuah perusahaan perlu memasang iklan kesempatan investasi di Instagram, kemungkinan besar itu bukan investasi yang bagus. Kesepakatan nyata tidak perlu mencari modal dengan berburu di media sosial.
Dan ketika masyarakat umum dipreseni ekuitas pra-IPO di merek konsumen yang khusus/ceruk, itu pertanda kita sudah dekat puncak. Ini padanan finansial ketika sopir Uber Anda memberi tips saham pada tahun 2021.
Obatnya? Suku bunga lebih tinggi. Uang lebih ketat. Kembali ke kewarasan: saat modal benar-benar menelan biaya dan orang ingat bahwa berinvestasi memerlukan kesabaran, disiplin, dan kemampuan untuk menolak 99% peluang.
Sampai saat itu, nikmati iklan permennya.
Ini puncak euforia. Spekulasi ritel sudah kelewat liar sampai platform kini menargetkan pengguna acak dengan penawaran private equity yang tidak likuid untuk... perusahaan permen.
Bukan biotek. Bukan infrastruktur. Permen.
Beginilah jadinya ketika uang terlalu lama dibiarkan murah. Orang lupa bahwa berinvestasi seharusnya tidak dibuat mudah, tidak seru, dan tidak bisa diakses lewat iklan media sosial. The Fed menciptakannya dengan mempertahankan suku bunga di nol dan membanjiri sistem dengan likuiditas. Sekarang semua orang merasa diri mereka venture capitalist.
Ini kenyataannya: jika sebuah perusahaan perlu memasang iklan kesempatan investasi di Instagram, kemungkinan besar itu bukan investasi yang bagus. Kesepakatan nyata tidak perlu mencari modal dengan berburu di media sosial.
Dan ketika masyarakat umum dipreseni ekuitas pra-IPO di merek konsumen yang khusus/ceruk, itu pertanda kita sudah dekat puncak. Ini padanan finansial ketika sopir Uber Anda memberi tips saham pada tahun 2021.
Obatnya? Suku bunga lebih tinggi. Uang lebih ketat. Kembali ke kewarasan: saat modal benar-benar menelan biaya dan orang ingat bahwa berinvestasi memerlukan kesabaran, disiplin, dan kemampuan untuk menolak 99% peluang.
Sampai saat itu, nikmati iklan permennya.
